Predikat Kota Maju, Mataram Siap Berbenah

  • 15 Apr 2026 19:27 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram — Keberhasilan Kota Mataram menembus 10 besar kota termaju di Indonesia versi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Indeks Daya Saing Daerah tidak serta-merta menjadi akhir capaian. Pemerintah Kota Mataram justru melihatnya sebagai titik awal evaluasi untuk menjawab berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menegaskan predikat tersebut menjadi tantangan untuk menjaga konsistensi pembangunan sekaligus memperbaiki sektor-sektor yang belum optimal.

“Bagi kami, predikat kota maju ini bukan tujuan akhir, tapi tantangan untuk menjaga dan menyelaraskan pembangunan, serta memastikan persoalan-persoalan fundamental bisa kita koreksi ke depan,” ujarnya Rabu, 15 April 2026.

Menurutnya, penilaian dari BRIN sebagai lembaga independen memberikan gambaran objektif terhadap capaian daerah, meskipun indikator yang digunakan cukup kompleks dan beragam.

Masuknya Mataram dalam kategori kota maju juga diprediksi akan meningkatkan daya tarik kota sebagai pusat aktivitas. Kondisi ini, kata Mohan, berpotensi mendorong pertumbuhan penduduk yang tidak terhindarkan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Namanya kota itu konsentratif, orang datang dengan berbagai kepentingan. Itu tidak bisa kita hindari. Yang bisa kita lakukan adalah memastikan dampaknya bisa kita tangani dengan baik,” jelasnya.

Ia mengakui, pertumbuhan penduduk membawa konsekuensi pada munculnya persoalan sosial, seperti pengelolaan sampah hingga tekanan terhadap layanan publik. Karena itu, pemerintah dituntut memastikan setiap dampak dapat diantisipasi secara terukur.

Di sisi lain, capaian dalam menekan angka pengangguran terbuka juga menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Mataram masuk dalam jajaran kota termaju. Namun, Mohan menilai persoalan pengangguran tidak bisa dipandang secara tunggal.

“Pengangguran itu ada berbagai karakter. Ada yang ekstrem dan itu terus kita intervensi melalui berbagai pendekatan, baik kebijakan fiskal maupun program,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan menekan pengangguran terbuka menunjukkan bahwa Kota Mataram masih memiliki ruang ekonomi yang cukup terbuka bagi pencari kerja, khususnya tenaga kerja terdidik.

Meski demikian, ia menekankan bahwa pengangguran dan kemiskinan memiliki karakteristik berbeda, sehingga membutuhkan pendekatan kebijakan yang spesifik dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, capaian sebagai kota maju juga diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat kota.

“Ini menjadi catatan sekaligus lompatan bagi Kota Mataram. Harapannya, masyarakat semakin mencintai dan menjaga kotanya,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....