Lombok Barat Percepat Sistem Non Tunai Demi Transparansi
- 09 Apr 2026 18:21 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola keuangan yang transparan dan modern melalui percepatan digitalisasi sistem pembayaran non tunai. Langkah strategis ini ditandai dengan kerja sama resmi antara Pemkab Lombok Barat dan PT Easybook yang berlangsung di Ruang Rapat Senggigi, Rabu 8 April 2026.
Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital di sektor pelayanan publik.
Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, menegaskan penerapan sistem pembayaran non tunai menjadi prioritas utama pemerintah daerah saat ini. Ia menilai langkah ini tidak hanya relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga menjadi solusi dalam meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas layanan publik.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan ini, karena tujuan kita sama, yaitu mengurangi transaksi tunai dan mendorong penggunaan non tunai, yang memang sedang kita gerakkan saat ini,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa digitalisasi pembayaran akan menjadi fondasi penting dalam menutup celah kebocoran anggaran yang selama ini kerap terjadi dalam transaksi berbasis tunai.
“Semua unit pelayanan di Lombok Barat harus sebanyak mungkin menggunakan sistem non tunai, karena transaksi tunai berpotensi menimbulkan kebocoran di berbagai lini,” katanya menegaskan.
Di sisi lain, Pemkab Lombok Barat juga tengah mempersiapkan langkah besar dalam pengembangan sektor pariwisata yang terintegrasi dengan sistem digital. Salah satunya melalui kesepakatan bersama Pemerintah Provinsi NTB untuk menjadikan Pelabuhan Senggigi sebagai pintu masuk utama wisatawan.
Menurut Bupati, kebijakan ini akan mengubah pola kunjungan wisata yang sebelumnya langsung menuju Gili di Lombok Utara dari Bali, menjadi terpusat melalui Senggigi sebagai gerbang utama.
“Nantinya wisatawan yang ingin ke Gili di Kabupaten Lombok Utara tidak lagi langsung dari Bali, tetapi harus masuk melalui satu pintu, yaitu Pelabuhan Senggigi. Ini yang sedang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi NTB,” jelasnya.
Dengan strategi tersebut, kawasan Senggigi diproyeksikan tumbuh sebagai pusat ekonomi baru yang tidak hanya mengandalkan sektor pariwisata, tetapi juga ditopang oleh sistem transaksi digital yang modern dan transparan.
Sinergi antara digitalisasi pembayaran dan penguatan sektor pariwisata diyakini akan membawa Lombok Barat menuju tata kelola pemerintahan yang lebih bersih, efisien, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.
“Langkah ini adalah bagian dari upaya besar kita untuk membangun Lombok Barat yang maju, transparan, dan siap menghadapi era digital,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....