BRIN Dorong Lombok Barat Perkuat Smart City Berbasis Data
- 05 Sep 2026 16:25 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Kolaborasi riset dan teknologi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mulai diarahkan pada penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data serta pengembangan konsep Smart City.
Arah tersebut mengemuka dalam penutupan The 13th International Conference on Computer, Control, Informatics and its Applications (IC3INA) 2026 yang digelar di Senggigi, Lombok Barat, Jumat 4 September 2026.
Konferensi internasional yang berlangsung selama dua hari itu mempertemukan unsur pemerintah daerah, akademisi, peneliti, praktisi teknologi hingga pembicara dari dalam dan luar negeri. Sedikitnya 40 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lombok Barat turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Pelaksanaan IC3INA 2026 merupakan hasil sinergi BRIN dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik), dengan dukungan sejumlah perguruan tinggi dan mitra, termasuk Universitas Mataram serta Politeknik Pariwisata Lombok.
Kepala Diskominfotik Lombok Barat, H. Rizky Bani Adam, mengatakan penyelenggaraan konferensi tersebut memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk berinteraksi langsung dengan kalangan yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan teknologi.
Menurutnya, berbagai hasil penelitian yang dipaparkan selama konferensi dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya gagasan maupun kerja sama baru yang memiliki dampak terhadap pembangunan daerah.
“Alhamdulillah kegiatan selama dua hari ini sudah selesai. Selama kegiatan berlangsung, para keynote speaker dan pemakalah menyampaikan berbagai hasil penelitian dan paper masing-masing,” ujarnya.
Rizky menilai kepercayaan kepada Lombok Barat sebagai lokasi penyelenggaraan konferensi internasional menjadi kesempatan penting untuk memperluas jejaring daerah dengan dunia akademik dan riset.
Ia berharap kerja sama yang telah terbangun tidak berhenti setelah konferensi berakhir, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang lebih konkret.
“Konferensi ini menjadi wadah untuk mempertemukan para praktisi, akademisi, dan peneliti. Dari sini diharapkan terbangun jejaring baru, memperkuat jejaring yang sudah ada, serta membuka peluang kerja sama, kolaborasi, partisipasi dan kontribusi ke depan,” katanya menegaskan.
Dari sisi BRIN, IC3INA 2026 juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan teknologi yang semakin cepat, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN, Esa Prakasa, menjelaskan salah satu pembahasan yang mendapat perhatian dalam konferensi tahun ini adalah Agentic Artificial Intelligence atau Agentic AI.
Teknologi tersebut dinilai memiliki kemampuan yang lebih luas dibandingkan penggunaan AI sebatas sebagai alat bantu dalam menyelesaikan tugas tertentu.
“Kalau selama ini AI membantu tugas-tugas kita dalam berbagai fungsi, dalam Agentic AI peran AI bisa menjadi lebih besar. Kita menetapkan satu tujuan dan AI dapat membantu menjalankan proses secara keseluruhan,” ucapnya.
Namun, perkembangan itu menurut Esa juga membawa pertanyaan baru mengenai batas kewenangan yang dapat diberikan kepada AI. Validasi terhadap keluaran sistem kecerdasan buatan menjadi salah satu aspek yang harus mendapatkan perhatian serius.
Sebab, semakin besar peran AI dalam menjalankan suatu proses, semakin penting pula memastikan hasil yang diberikan tetap dapat diuji, dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.
Peserta dan pembicara IC3INA 2026 berasal dari sejumlah negara di kawasan Asia dan Eropa. Berbagai penelitian yang dipresentasikan dalam forum tersebut selanjutnya ditargetkan masuk dalam prosiding sehingga dapat menjadi bahan rujukan bagi pengembangan penelitian berikutnya.
Esa berharap pertemuan ilmiah tersebut tidak berhenti sebagai forum presentasi, tetapi mampu menghasilkan kerja sama lanjutan antara peneliti, pemerintah, perguruan tinggi maupun pihak lainnya.
“Harapannya setelah kegiatan ini akan muncul kolaborasi lebih lanjut. Dari diskusi selama konferensi dapat lahir ide-ide baru untuk proyek penelitian berikutnya yang nantinya memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Momentum IC3INA 2026 juga dimanfaatkan BRIN dan Pemkab Lombok Barat untuk meninjau kembali arah pengembangan Smart City di daerah tersebut.
Perekayasa Ahli Utama BRIN, Andrari Grahitandaru, mengatakan pihaknya bersama Pemkab Lombok Barat melakukan review terhadap Master Plan Smart City yang sebelumnya disusun pada 2021.
Peninjauan diperlukan agar dokumen tersebut tetap relevan dengan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Lombok Barat 2025–2029.
Andrari mengapresiasi langkah Pemkab Lombok Barat yang telah memasukkan konsep Smart City ke dalam RPJMD. Menurutnya, keberadaan konsep tersebut perlu diterjemahkan ke dalam program pembangunan yang terukur dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan pengembangan Smart City tidak sebatas membangun aplikasi atau menghadirkan teknologi baru. Konsep tersebut mencakup enam dimensi utama, yakni smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society/citizen, dan smart environment.
Salah satu hal yang turut menjadi perhatian adalah penggunaan Sistem Peta Informasi (SPI). Sistem tersebut dapat membantu pemerintah mengolah data pembangunan sekaligus menyajikannya dalam bentuk visual berbasis wilayah.
Dengan pendekatan itu, pemerintah dapat memperoleh gambaran kondisi suatu daerah secara lebih jelas sebelum menentukan kebijakan maupun intervensi pembangunan.
“Data itu untuk pembangunan. Dalam pengambilan keputusan harus berbasis data. Kalau sebuah kabupaten belum memiliki big data, sangat berpotensi untuk memanfaatkan SPI,” ujarnya.
Menurut Andrari, pemanfaatan data spasial seperti SPI dapat memperkuat proses perencanaan karena keputusan pemerintah tidak hanya bertumpu pada asumsi, tetapi memiliki dasar informasi yang dapat dianalisis.
BRIN pun membuka peluang memberikan dukungan kepada pemerintah daerah yang ingin mengembangkan atau mereplikasi sistem serupa. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi dan data untuk kepentingan pembangunan.
Andrari menegaskan keberhasilan transformasi digital daerah seharusnya tidak hanya dinikmati satu wilayah. Sistem dan inovasi yang terbukti bermanfaat dapat dikembangkan di daerah lain sesuai kebutuhan masing-masing.
“Jangan hanya Lombok Barat yang maju. Melalui SPI, kami berharap semua pemerintah daerah dapat mereplikasi dan maju bersama,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....