Dari Hemat ke Sehat, Tren Bersepeda ASN Mataram Jadi Wajah Baru Birokrasi
- 08 Apr 2026 14:59 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Perubahan gaya kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Mataram mulai terlihat nyata. Sejumlah kepala dinas kini memilih berangkat ke kantor menggunakan sepeda, bukan sekadar untuk efisiensi anggaran, tetapi juga sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Beberapa pejabat eselon mulai meninggalkan kendaraan dinas untuk aktivitas harian ke kantor. Salah satunya Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Muzakir Walad, yang bahkan memilih menggunakan sepeda sewa.
“Kemarin saya sewa, dan hari ini mulai ngantor pakai sepeda. Ini untuk efisiensi waktu karena kecepatannya lumayan,” ujarnya Rabu 8 April 2026.
| Baca juga: Mataram Kejar Stunting di Bawah 5 Persen |
Dengan jarak tempuh lebih dari 5 kilometer, Muzakir mengaku perjalanan ke kantor dapat ditempuh sekitar 45 menit menggunakan sepeda. Ia menilai moda transportasi ini tidak hanya hemat biaya, tetapi juga cukup ringan secara fisik.
“Saya pilih sepeda ini juga untuk menghemat tenaga, karena ke kantor bukan untuk olahraga. Tidak terlalu capek,” katanya.
Dari sisi biaya, penggunaan sepeda sewa dinilai sangat terjangkau. Ia hanya mengeluarkan sekitar Rp6 ribu untuk penggunaan harian, bahkan denda parkir yang dikenakan pun hanya Rp1.000.
| Baca juga: Mataram Tutup Pintu Rekrutmen Honorer Baru |
Meski demikian, kendaraan dinas tetap digunakan untuk keperluan tertentu, terutama dengan mobilitas tinggi seperti kegiatan monitoring lapangan oleh tim
Tren bersepeda ini sejalan dengan dorongan Pemerintah Kota Mataram dalam menerapkan efisiensi anggaran sekaligus meningkatkan kesehatan ASN. Kebiasaan ini juga mendapat dukungan dari sektor kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, menilai kebijakan tersebut memiliki dasar yang kuat dan berdampak positif, terutama bagi aktivitas harian dengan jarak dekat.
“Apapun itu kebijakan pemerintah tentu memiliki dasar yang kuat. Dari sisi kesehatan, jarak kurang dari 5 kilometer sangat baik untuk aktivitas fisik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kebiasaan ini tidak hanya berdampak pada ASN, tetapi juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas untuk mulai menerapkan gaya hidup aktif.
"Jika terus dijaga konsistensinya, langkah sederhana ini berpotensi menjadi gerakan kolektif dan pola hidup masyarakat Kota Mataram secara lebih luas," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....