Dikes KLU: Kebersihan Lingkungan Jadi Kunci Cegah Hantavirus
- 01 Jun 2026 06:22 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara- Kebersihan lingkungan menjadi benteng utama dalam mencegah penyebaran Hantavirus. Menyikapi munculnya kasus penyakit yang ditularkan melalui tikus tersebut di Indonesia, Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Utara mengajak masyarakat memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat untuk memutus rantai penularan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dikes KLU, Sudiarta, menegaskan bahwa pencegahan Hantavirus tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Benteng pertahanan utama untuk menekan penyebaran virus ini adalah kebersihan lingkungan. Jangan sampai rumah maupun tempat penyimpanan makanan menjadi sarang tikus,” katanya, Jumat 29 Mei 2026.
Hantavirus diketahui ditularkan melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Risiko penularan meningkat di lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya, terutama pada area penyimpanan bahan makanan, gudang, lahan pertanian, hingga bangunan yang lama tidak digunakan.
Karena itu, Dikes KLU mengimbau masyarakat untuk memperkuat penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menjalankan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Langkah tersebut dinilai efektif dalam menekan populasi tikus sekaligus mengurangi risiko penyebaran berbagai penyakit menular.
Selain menjaga kebersihan rumah, warga juga diminta menutup rapat tempat penyimpanan makanan, membersihkan sisa-sisa makanan yang dapat mengundang tikus, serta rutin membersihkan area yang berpotensi menjadi tempat persembunyian hewan pengerat tersebut.
Sudiarta menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kabupaten Lombok Utara. Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat adanya laporan kasus di daerah lain dan tren nasional yang menunjukkan kemunculan penyakit tersebut sejak 2024.
Untuk memperkuat upaya pencegahan, Dikes KLU melalui puskesmas dan kader kesehatan desa mulai mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi diberikan agar warga memahami cara penularan penyakit sekaligus mengenali gejala awal yang harus diwaspadai.
Beberapa gejala Hantavirus yang perlu mendapat perhatian antara lain demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot hebat, mual, hingga gangguan pernapasan akut. Warga yang mengalami gejala tersebut, terutama setelah beraktivitas di area yang banyak terdapat tikus, diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Pencegahan paling efektif adalah memutus interaksi dengan tikus. Jika masyarakat disiplin menjaga kebersihan lingkungan, risiko penularan penyakit ini dapat ditekan secara signifikan,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....