Banjir Senggigi Lumpuhkan Jalur Wisata Polisi Bergerak Cepat Selamatkan Warga

  • 05 Apr 2026 19:35 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu 5 April 2026 siang, memicu banjir di sejumlah titik strategis, terutama di jalur utama kawasan wisata Senggigi. Kondisi ini menyebabkan lumpuhnya arus lalu lintas serta mengancam pemukiman warga di beberapa desa.

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 12.45 WITA saat hujan deras turun tanpa henti, mengakibatkan sistem drainase tidak mampu menampung debit air dalam jumlah besar. Air kemudian meluap ke badan jalan hingga merendam akses utama yang biasa dilalui wisatawan maupun warga lokal.

Di kawasan Jalan Raya Senggigi, tepatnya di depan Hotel Sheraton, genangan air dilaporkan mencapai ketinggian di atas lutut orang dewasa. Kondisi tersebut membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas sama sekali, sehingga terjadi antrean panjang kendaraan dari berbagai arah.

Situasi serupa juga terjadi di depan Hotel Sudamala, di mana ketinggian air yang hampir setara menyebabkan jalur tersebut tidak bisa dilalui. Selain itu, luapan air juga mulai berdampak pada pemukiman warga, khususnya di Dusun Kerandangan, Desa Senggigi, di mana air sungai mulai masuk ke halaman rumah warga.

Tak hanya itu, kondisi mengkhawatirkan juga terpantau di aliran Sungai Dam Sandik, Desa Lembah Sari, dengan debit air yang meningkat drastis hingga menggenangi area pekarangan rumah penduduk.

Menanggapi situasi tersebut, jajaran Polsek Batulayar langsung bergerak cepat ke lokasi terdampak untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Fokus utama petugas adalah memastikan keselamatan warga serta mencegah terjadinya kecelakaan di tengah kondisi banjir.

Kapolsek Batulayar, AKP I Putu Krisna Varananda, menegaskan bahwa pihaknya telah menurunkan personel ke titik-titik krusial, terutama di jalur utama Senggigi. “Kami telah menerjunkan anggota untuk mengurai kemacetan serta memberikan arahan kepada pengendara, karena ada beberapa titik yang tidak dapat dilalui kendaraan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna mempercepat penanganan dampak banjir. “Kami berkoordinasi dengan Camat Batulayar serta instansi terkait, termasuk BPBD Lombok Barat, agar penanganan bisa berjalan maksimal dan cepat,” katanya menegaskan.

Hingga sore hari, kondisi di sejumlah titik mulai berangsur kondusif seiring menurunnya intensitas hujan. Genangan air perlahan surut, meski aparat masih bersiaga untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintasi jalur Senggigi, untuk tetap waspada. Potensi bahaya seperti pohon tumbang dan longsor kecil di tebing jalan masih mengintai akibat tanah yang jenuh air.

Selain itu, warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengamankan barang-barang berharga apabila debit air kembali meningkat. “Keselamatan warga adalah prioritas utama, kami harap masyarakat tetap siaga dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ucapnya.

Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi situasi cuaca ekstrem ini. Pihak kepolisian bersama BPBD memastikan akan terus siaga hingga kondisi benar-benar aman. “Kami akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan sampai benar-benar kondusif,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....