Hujan Lebat, Banjir Melanda Sejumlah Desa di Bima
- 22 Mar 2026 07:35 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang melanda wilayah Kabupaten Bima. Kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu terjadinya bencana banjir di sejumlah wilayah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Bima melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Nurul Huda, menjelaskan bahwa banjir terjadi di tiga kecamatan, yakni Soromandi, Wera, dan Woha, dengan dampak yang bervariasi mulai dari kerusakan infrastruktur hingga terendamnya permukiman warga.
Di Kecamatan Soromandi, tepatnya di Desa Sai, banjir terjadi sekitar pukul 15.00 Wita akibat meluapnya Sungai Sori Jati yang tidak mampu menahan debit air dari pegunungan.
Air meluap hingga ke permukiman warga, jalan raya, dan lahan pertanian. Selain itu, bronjong penahan sungai di jembatan Limpas mengalami kerusakan, sehingga berpotensi memicu longsor susulan dan erosi tebing.
Kondisi tersebut juga menyebabkan arus lalu lintas di jalan provinsi lintas Sai–Sampungu sempat lumpuh akibat genangan air.
Sementara itu, di Kecamatan Wera, banjir melanda Desa Bala dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 70 sentimeter.
Banjir dipicu oleh drainase yang tidak mampu menampung debit air serta tersumbat sampah. Akibatnya, tiga kepala keluarga atau 11 jiwa terdampak, dengan satu unit rumah mengalami kerusakan beserta peralatan bengkel, serta dua rumah lainnya terendam.
Bahkan, satu kepala keluarga terpaksa mengungsi. Akses jalan di wilayah tersebut juga sempat terganggu akibat genangan air.
Di Kecamatan Woha, banjir terjadi di Desa Talabiu sekitar pukul 15.30 Wita. Meluapnya sungai setempat mengakibatkan kerusakan pada sayap Bendung La Nonu. Meski demikian, air telah berangsur surut dan proses pendataan terhadap kerusakan masih terus dilakukan.
"Untuk korban jiwa nihil, namun kerusakan infrastruktur dan dampak terhadap masyarakat masih dalam tahap pendataan," ujar Nurul Huda, Minggu 22 Maret 2026.
BPBD Kabupaten Bima mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, di antaranya bantuan tanggap darurat, logistik dan peralatan, serta alat berat berupa excavator untuk normalisasi sungai, khususnya di Desa Sai.
Saat ini, tim BPBD telah turun ke lapangan untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, aparat keamanan, serta pemerintah desa guna melakukan kaji cepat, pendataan, dan penanganan darurat. Koordinasi juga dilakukan dengan dinas terkait di tingkat kabupaten maupun Provinsi Nusa Tenggara Barat.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana lanjutan seperti banjir bandang, angin puting beliung, hingga tanah longsor.
Laporan sementara ini disusun oleh Pusdalops BPBD Kabupaten Bima pada Sabtu malam pukul 21.00 Wita, dan akan terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....