Iqbal Ingin NTB Jadi Daerah Ramah Bisnis dan Investasi
- 16 Mar 2026 23:19 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Miq Iqbal
- Ramah Bisnis dan Investasi
- NTB
- Iqbal-Dinda
RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal menyatakan komitmennya menjadikan NTB yang lebih ramah terhadap dunia usaha. Caranya yaitu dengan mengadopsi pendekatan yang lebih selaras dengan kebutuhan pelaku bisnis guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami ingin menjadi pemerintah yang dikelola dengan gaya corporative government, sehingga bisa tuning dan selaras dengan kalangan bisnis,” kata Iqbal saat buka puasa bersama pemangku kepentingan ekonomi, pelaku usaha, dan investor di Pendopo Gubernur NTB, Senin, 16 Maret 2026.
Menurutnya, pemerintah provinsi harus berperan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Pemprov NTB membuka ruang untuk menyesuaikan rencana pembangunan agar sejalan dengan kebutuhan investasi dan dunia usaha.
Iqbal mengakui, pada awal 2025 terdapat sejumlah rencana pembangunan yang belum sepenuhnya sinkron dengan dinamika sektor bisnis. Jika diperlukan, pemerintah daerah siap melakukan revisi terhadap rencana tersebut.
“Jika kebutuhannya revisi rencana pembangunan, maka kami akan proaktif memberikan dukungan pada investasi,” ujarnya.
Iqbal juga mengajak para pelaku usaha yang hadir untuk memberikan masukan terkait kondisi perekonomian NTB. Pandangan dari dunia usaha dinilai penting sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kebijakan ekonomi daerah.
Ia menjelaskan, sebelumnya penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan visi “Makmur Mendunia” menggunakan acuan pertumbuhan ekonomi 5,3 persen pada September 2024. Berdasarkan acuan tersebut, Pemprov menargetkan kenaikan pertumbuhan sebesar 0,7 persen yang kemudian dipatok menjadi 6 persen pada 2025.
Namun, pada awal masa pemerintahan Iqbal-Dinda, kondisi ekonomi justru mengalami kontraksi. Pertumbuhan ekonomi tercatat minus 1,47 persen, jauh dari asumsi awal yang digunakan sebagai acuan perencanaan.
Meski demikian, hingga akhir tahun pertumbuhan ekonomi NTB berhasil mencapai 3,22 persen.
“Kalau dilihat dari target 6 persen memang belum tercapai. Tapi jika dilihat dari titik awal minus 1,47 persen, kenaikan hingga 3,22 persen menunjukkan lompatan yang cukup besar,” kata Iqbal.
Ia berharap tren kenaikan tersebut dapat dipertahankan pada tahun ini. Pemerintah daerah menargetkan pertumbuhan ekonomi NTB dapat menembus angka di atas 6 persen, meski dihadapkan pada tantangan ekonomi global, nasional, maupun regional.
“Mudah-mudahan momentum kenaikan ini bisa kita jaga bersama,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....