NTB Siapkan Dua Skema Perluas Serapan Tenaga Kerja
- 11 Sep 2026 16:07 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemprov NTB menyiapkan dua skema penyerapan tenaga kerja melalui pelatihan vokasi yang terhubung dengan peluang kerja dan pengembangan usaha di Desa Berdaya.
- Pelatihan diarahkan langsung ke kebutuhan pasar kerja agar peserta bisa bekerja, berusaha, dan meningkatkan penghasilan.
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan dua skema untuk memperluas penyerapan tenaga kerja. Skema tersebut dilakukan melalui pelatihan vokasi yang terhubung langsung dengan peluang kerja serta penguatan kewirausahaan masyarakat desa.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Aidy Furqan mengatakan skema pertama menyasar calon tenaga kerja yang sudah memiliki peluang pekerjaan setelah mengikuti pelatihan.
Salah satu contohnya adalah pelatihan barista untuk calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan bekerja di Turki. Aidy menyebut sekitar 20 orang saat ini disiapkan melalui pelatihan di Balai Ski Center.
"Jadi ada perusahaan yang minta tolong ke kami di Balai Skil Center itu untuk melatih barista. Dan Turki sudah booking itu, dua puluhan orang," kata Aidy, kepada RRI, Jumat 11 September 2026.
Menurutnya, pola tersebut akan terus dikembangkan dengan menghubungkan pelatihan dengan kebutuhan perusahaan maupun peluang kerja yang tersedia melalui BP3MI. Artinya, peserta tidak hanya dilatih kemudian menerima sertifikat, tetapi sejak awal sudah diarahkan menuju pasar kerja.
Skema kedua menyasar masyarakat desa, terutama desa yang masih menghadapi persoalan kemiskinan ekstrem. Pemprov NTB mendorong masyarakat desa tidak hanya menunggu lapangan kerja, tetapi mampu menciptakan peluang ekonomi sendiri. Salah satunya melalui Mobile Training Unit (MTU) dalam program Desa Berdaya.
Aidy mengatakan program tersebut sudah mulai dijalankan di sejumlah desa. Pelatihan diberikan sesuai potensi dan kebutuhan ekonomi masyarakat setempat.
"Yang kedua, kami menyiapkan entrepreneur, terutama entrepreneur muda. Dan terutama dari Desa Berdaya, supaya dari Desa Berdaya itu juga punya kreativitas," ujarnya.
Menurut Aidy, desa dengan persoalan kemiskinan ekstrem cenderung memiliki masyarakat yang pasif dalam mengembangkan aktivitas ekonomi. Karena itu, pelatihan diharapkan menjadi pemicu agar warga memiliki keterampilan sekaligus keberanian membangun usaha.
Disnakertrans NTB juga menyiapkan penguatan sistem sertifikasi dan pelatihan. Aidy mengatakan pihaknya telah memperoleh lisensi LSP P2 dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Lisensi tersebut akan menjadi dasar untuk menyusun pola pelatihan yang lebih terukur. Disnakertrans juga akan menyandingkan program vokasi dengan magang nasional.
"Kalau pola pelatihannya yang kita dapatkan dan akan kita sandingkan dengan magang nasional, sehingga magang nasional itu butuh apa saja dan kita bisa menyiapkan apa saja," jelasnya.
Selain keterampilan kerja, NTB juga menyiapkan pembekalan budaya dan pariwisata bagi calon PMI. Pembekalan itu diharapkan membuat PMI asal NTB tidak hanya menjadi pekerja dan penyumbang devisa, tetapi juga ikut memperkenalkan budaya serta pariwisata NTB di negara tujuan.
"Sehingga kita semakin dipopularisasi dengan visi Makmur Mendunia," katanya.
Aidy menegaskan strategi penyerapan tenaga kerja tersebut tidak bisa dijalankan sendiri oleh Disnakertrans. Kolaborasi dengan dunia usaha, lembaga pelatihan, pemerintah desa hingga mitra di dalam dan luar negeri menjadi kunci agar pelatihan benar-benar berujung pada pekerjaan dan penghasilan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....