LPSDM Gelar Lokakarya Kepemimpinan Perempuan Hadapi Risiko Bencana
- 11 Feb 2026 15:03 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) menggelar Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Perempuan dalam Mengatasi Bencana sebagai bagian dari Program WAVES yang dilaksanakan di tiga desa pesisir Kabupaten Lombok Timur, yakni Desa Pijot, Tanjung Luar, dan Ketapang Raya. Kegiatan yang berlangsung di Waterpark Rinjani Selong, Rabu 11 Februari 2026, menjadi ruang refleksi, dialog, sekaligus penguatan kapasitas perempuan dalam merespons kondisi kedaruratan dan risiko bencana yang semakin meningkat di wilayah pesisir.
Program WAVES (Women’s School Leadership in Addressing Floods in Three Villages of East Lombok Regency) dijalankan LPSDM bekerja sama dengan Caritas Germany melalui konsorsium ToGETHER (Towards Greater Effectiveness and Timeliness in Humanitarian Emergency Response). Lokakarya ini juga dirangkaikan dengan pameran “Waves of Women” yang menampilkan proses, hasil, serta pembelajaran program sebagai upaya memperluas diseminasi praktik baik kepemimpinan perempuan dalam kebencanaan yang sensitif gender dan inklusif.
Direktur LPSDM, Ririn Hayudiani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program tersebut lahir dari kegelisahan terhadap tingginya kerentanan perempuan saat terjadi bencana, khususnya di kawasan pesisir yang menghadapi cuaca ekstrem dan kondisi alam yang sulit diprediksi.
“Setiap bencana selalu menempatkan perempuan dalam posisi rentan. Di wilayah pesisir, ketika para suami pergi melaut, kami mengkhawatirkan siapa yang akan menolong keluarga ketika bencana datang. Inilah yang membuat program ini menjadi penting, yaitu membekali perempuan dengan kemampuan mitigasi bencana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program yang berlangsung selama enam bulan itu tidak sekadar pelatihan, melainkan juga ruang refleksi bersama untuk memperkuat kerja kolektif masyarakat pesisir dalam merespons bencana secara dini berbasis komunitas.
“Kami memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung jalannya program WAVES. Harapannya, lokakarya ini dapat menjadi inspirasi, memperluas pengetahuan bersama, serta melahirkan praktik baik yang bisa diadopsi oleh desa-desa lainnya. Kami percaya perempuan bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dalam membangun sistem penanganan bencana,” katanya.
Sementara itu, mewakili Pemerintah Daerah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Timur, H. Pathurrahman, saat membuka acara menegaskan bahwa isu bencana selalu berkaitan dengan dua hal utama, yakni kerugian dan keputusan.
“Setiap bencana pasti menimbulkan kerugian, sehingga kemampuan mengambil keputusan cepat dan tepat menjadi penentu untuk meminimalkan dampaknya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pengambilan keputusan bukan hanya milik laki-laki, melainkan juga perempuan, sehingga sekolah kepemimpinan perempuan dalam kebencanaan dinilai sangat penting.
“Keputusan bukan hanya milik laki-laki, tetapi milik semua orang, termasuk perempuan. Oleh karena itu, sekolah kepemimpinan perempuan ini sangat patut diapresiasi karena mengajarkan bagaimana mengambil keputusan yang tepat pada situasi kritis,” ujarnya.
Pathurrahman juga mengapresiasi para peserta dari tiga desa pesisir yang dinilai telah memiliki kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Hal ini mampu membantu mengurangi potensi kerugian akibat bencana di lingkungan masing-masing.
Melalui lokakarya ini, LPSDM bersama para pemangku kepentingan berharap kapasitas kepemimpinan perempuan dalam kebencanaan terus meningkat. Disamping itu menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan komunitas pesisir menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....