Kunjungan Bappenas ke Desa Sepit Tinggalkan Praktik Baik Program Inklusi
- 28 Mei 2026 21:22 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Dua hari pasca kunjungan lapangan Direktur Perdesaan, Daerah Afirmasi, dan Transmigrasi (PDAT) Kementerian PPN/Bappenas bersama Sekretariat INKLUSI Jakarta ke Desa Sepit Kecamatan Keruak, berbagai capaian Program INKLUSI di desa tersebut masih menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah desa. Kunjungan yang berlangsung pada Selasa, 26 Mei lalu itu menjadi bagian dari pembelajaran langsung terhadap implementasi Program INKLUSI yang dijalankan Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) bekerja sama dengan Institut KAPAL Perempuan melalui Sekolah Perempuan Desa Sepit.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan diterima oleh Pemerintah Desa Sepit, kader Sekolah Perempuan, serta mitra lokal yang selama ini terlibat aktif dalam program pemberdayaan masyarakat dan kelompok rentan. Direktur LPSDM Ririn Hayudiani menyampaikan bahwa Sekolah Perempuan telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan desa, terutama dalam mendorong keterlibatan perempuan dan penyandang disabilitas dalam proses pembangunan.
“Dalam Program INKLUSI, Sekolah Perempuan telah mendorong praktik baik, di antaranya pendataan partisipatif berbasis gender dan disabilitas, kesetaraan gender, serta inklusi sosial yang kini menjadi rujukan pemerintah desa dalam penyusunan program,” ujar Ririn Kamis, 28 Mei 2026.
Ia menambahkan, kehadiran Program INKLUSI juga melahirkan sejumlah inisiatif masyarakat seperti pos pencegahan pernikahan anak serta penguatan UMKM yang dikelola perempuan. “Kehadiran INKLUSI di Desa Sepit telah memberi warna baru dalam pembangunan desa,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sepit M. Hasmawadi mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada Desa Sepit melalui Program INKLUSI dan Sekolah Perempuan.
“Sekolah Perempuan telah membantu Desa Sepit dalam banyak aspek pembangunan, termasuk pendampingan masyarakat. Meski dana desa mengalami efisiensi, kami berharap kegiatan ini tidak goyah karena manfaatnya dirasakan langsung oleh warga,” ungkapnya.
Menurut Hasmawadi, semangat kebersamaan menjadi modal penting dalam membangun desa yang inklusif.
“Mungkin kita tidak menerima imbalan materi, tetapi kita bisa melakukan sesuatu bagi masyarakat karena mereka adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Direktur PDAT Bappenas Mohammad Roudo menilai Desa Sepit menjadi salah satu desa dengan inovasi konkret yang layak dijadikan contoh pembelajaran bagi desa lainnya. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan desa inklusif agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan dan kesetaraan yang sama.
“Tidak semua desa memiliki kegiatan dan inovasi nyata seperti di Desa Sepit. Hasil UMKM dan kerajinan yang kami lihat sangat baik. Kami ingin mempelajari praktik baik ini serta menemukan isu-isu yang bisa kami tindak lanjuti bersama pemerintah pusat,” jelas Roudo.
Sejak tahun 2025, Desa Sepit mencatat sejumlah capaian penting melalui Program INKLUSI. Di antaranya pelaksanaan Musrenbang inklusif yang melibatkan perempuan dan penyandang disabilitas, pelayanan dokumen administrasi kependudukan bagi 151 warga, hingga penyaluran BLT khusus disabilitas berdasarkan data PRA tahun 2025–2026.
Selain itu, desa juga berhasil membentuk usaha bersama dan kelompok ekonomi perempuan, menurunkan angka perkawinan anak, menerima 41 alat bantu disabilitas dari Kementerian Sosial, serta masuk nominasi Desa Cantik atau Desa Cinta Statistik. Saat ini, perempuan dan penyandang disabilitas di Desa Sepit juga semakin aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan desa, mulai dari perencanaan, pemberdayaan ekonomi, hingga pengawasan program sosial masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....