Organisasi Perempuan KLU Satukan Langkah Dorong Program Berbasis Pengetahuan

  • 25 Apr 2026 22:02 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara – Momentum Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Lombok Utara menjadi ruang penguatan kolaborasi antarorganisasi perempuan untuk mendukung pembangunan daerah. Peringatan yang berlangsung Selasa 21 April 2026 di Kantor Bupati Lombok Utara itu ditandai dengan penyerahan buku karya Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, kepada Ketua PKK Lombok Utara Ny. Rohani Najmul Akhyar dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Ny. Roro Pungki Kusmalahadi.

Penyerahan buku bertema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045” dinilai bukan sekadar simbol peringatan Hari Kartini, melainkan langkah memperkuat sinergi organisasi perempuan dalam menghadapi tantangan pembangunan di tingkat lokal.

Ketua PKK Lombok Utara, Ny. Rohani Najmul Akhyar, mengatakan kerja sama antarorganisasi perempuan penting dilakukan agar program pemberdayaan berjalan lebih efektif dan saling mendukung.

Menurutnya, tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, termasuk perlindungan anak, ketahanan keluarga, dan penguatan ekonomi perempuan, membutuhkan pendekatan kolaboratif.

“Tidak ada organisasi yang bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi agar setiap program yang dijalankan saling memperkuat dan memberi dampak yang lebih luas,” ujarnya.

Rohani menilai, buku yang diserahkan tersebut membuka ruang baru bagi organisasi perempuan untuk memperluas perspektif dalam menyusun program kerja. Ia menyebut pendekatan berbasis pengetahuan akan membantu organisasi menyusun kebijakan yang lebih terukur.

“Ketika perempuan memiliki akses terhadap pengetahuan dan ruang kolaborasi, maka program yang dijalankan akan lebih tepat sasaran,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, menegaskan pentingnya organisasi perempuan memperkuat kapasitas menghadapi perubahan zaman.

Ia menyebut pembangunan daerah ke depan membutuhkan keterlibatan aktif perempuan dalam berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, teknologi, hingga penguatan keluarga.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam menciptakan keluarga yang kuat dan masyarakat yang tangguh. Karena itu, organisasi perempuan harus bergerak lebih adaptif dan memiliki visi jangka panjang,” ujarnya.

Dalam bukunya, Heny mengangkat sejumlah isu strategis seperti keberlanjutan organisasi, transformasi kepemimpinan, pemanfaatan teknologi, hingga pentingnya membangun jejaring lintas sektor.

Ia menilai organisasi perempuan di daerah memiliki peluang besar untuk menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan yang inklusif.

Kolaborasi antara Bhayangkari, PKK, dan GOW dinilai dapat menjadi kekuatan baru dalam merumuskan program yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat. Pendekatan bersama ini juga dianggap penting untuk mendukung target pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Di sisi lain, momentum Hari Kartini dinilai menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan tidak berhenti pada simbol sejarah. Di tingkat daerah, semangat Kartini diterjemahkan melalui kerja kolektif, penguatan jejaring, dan langkah konkret yang menyasar peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak.

Dengan sinergi antarorganisasi, gerakan perempuan di Lombok Utara diharapkan tidak hanya berjalan secara sektoral, tetapi menjadi bagian dari agenda pembangunan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....