Pemerintah Targetkan Serapan 240 Ribu Ton Beras NTB
- 25 Jan 2026 15:03 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah menugaskan Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menyerap setara beras sebanyak 240.660 ton sepanjang tahun 2026. Target tersebut menjadikan NTB sebagai salah satu provinsi dengan pengadaan beras terbesar secara nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi kepada Kepala Kanwil Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, atas capaian pengadaan beras selama 2025 yang melampaui target nasional.
“Target serapan tahun ini sebesar 240.660 ton setara beras. Pengadaan tetap dilakukan untuk gabah dan beras sekaligus guna memaksimalkan percepatan serapan pada panen raya, dengan kesiapan Bulog bersama mitra pengadaan,” ujar Mara Kamin Siregar, yang akrab disapa Regar, Minggu 25 Januari 2026.
Berdasarkan rincian rencana pengadaan, Bulog NTB menargetkan penyerapan gabah kering panen (GKP) sebesar 407.443.000 kilogram, gabah kering giling (GKG) 24.196.001 kilogram, serta beras sebanyak 18.315.000 kilogram. Total tersebut setara dengan 240.660.505 kilogram beras.
Target pengadaan tersebut tersebar di sejumlah wilayah kerja Bulog NTB, meliputi Kantor Cabang Sumbawa, Bima, dan Lombok Timur.
Untuk mendukung pencapaian target, Bulog NTB menyiapkan berbagai strategi, salah satunya dengan menambah kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang sewa milik mitra dan pihak swasta.
“Kami menyiapkan gudang sewa dari mitra maupun swasta untuk mendukung kapasitas penyimpanan Bulog, sehingga target serapan dapat tercapai sesuai yang ditetapkan,” kata Regar.
Selain itu, Bulog NTB juga memperkuat sinergi lintas sektor dengan TNI dan pemerintah daerah melalui pembentukan Tim Jemput Pangan (TJP), pemantauan lokasi panen, serta pengawasan harga gabah dan beras agar tidak berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Terkait harga, Regar memastikan kebijakan HPP masih mengacu pada ketentuan sebelumnya. Bulog siap membeli gabah dan beras petani sesuai standar kualitas yang berlaku.
“Bulog siap membeli GKP dengan harga Rp6.500 per kilogram, GKG Rp8.200 per kilogram, dan beras Rp12.000 per kilogram, sesuai standar HPP,” jelasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Bulog NTB optimistis target serapan gabah dan beras pada 2026 dapat tercapai, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan dan melindungi pendapatan petani di NTB.
Sebagai perbandingan, target pengadaan setara beras pada tahun 2025 ditetapkan sebesar 181.925 ton. Realisasi serapan berhasil mencapai 189.862 ton atau sekitar 104,36 persen dari target.
Menurut Regar, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi yang solid antara Bulog, pemerintah daerah, petani, mitra penggilingan padi, serta seluruh pemangku kepentingan di NTB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....