Cabai dan Tomat Murah Saat SPPG Dompu Berhenti Sementara

  • 03 Jul 2026 09:45 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Libur sekolah yang berlangsung saat ini berdampak pada pergerakan harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, terutama komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat.

Sejumlah harga sayur mayur terpantau mengalami penurunan cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Harga cabai rawit dan cabai keriting yang sebelumnya berada di kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp50 ribu per kilogram. Begitu juga harga tomat yang sebelumnya dijual Rp20 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp15 ribu per kilogram.

Aminah, pedagang sayur mayur keliling, mengatakan turunnya harga tersebut dipicu menurunnya permintaan pasar, terutama dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Biasanya permintaan dari program MBG cukup tinggi, tapi sekarang turun karena sekolah libur,” ujarnya, Jum'at, 3 Juli 2026.

Ia menjelaskan, sejak aktivitas sekolah dihentikan sementara, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Dompu juga ikut berhenti beroperasi.

Kondisi itu berdampak langsung pada berkurangnya serapan komoditas hortikultura di tingkat pedagang maupun petani.

Meski demikian, tidak semua komoditas mengalami penurunan harga. Harga bawang merah justru mengalami kenaikan dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram. Sementara bawang putih naik dari Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.

Untuk kebutuhan pokok lainnya, harga relatif stabil. Beras masih dijual Rp15 ribu per kilogram, gula pasir Rp20 ribu per kilogram, minyak goreng curah Rp18 ribu per kilogram, minyak goreng premium Rp24 ribu per kilogram, daging ayam broiler Rp40 ribu per kilogram, dan daging sapi Rp120 ribu per kilogram.

Meski ada kenaikan pada sejumlah komoditas, pemerintah memastikan stok kebutuhan pangan di Kabupaten Dompu masih dalam kondisi aman. Bahkan untuk komoditas yang didatangkan dari luar daerah, seperti telur, pasokan disebut tetap terjaga dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Pemerintah berharap stabilitas pasokan ini mampu menjaga gejolak harga agar tidak terlalu membebani masyarakat, terutama di tengah perubahan pola konsumsi selama masa libur sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....