Dermaga Senggigi Dinyatakan Layak di Sandari Kapal

  • 22 Jan 2026 15:46 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID., Lombok Barat - Pelabuhan Senggigi di Lombok Barat mulai menunjukkan kesiapan sebagai salah satu titik sandar kapal penyeberangan. Hasil uji kelayakan yang dilakukan bersama sejumlah pihak menyimpulkan bahwa dermaga tersebut dinilai layak secara teknis, meski operasional pelayaran masih sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Pemenang Wilayah Pelayaran KLU–Lombok Barat, I Made Oka, menegaskan dari sisi struktur dan fungsi, dermaga Senggigi telah memenuhi standar untuk disandari kapal berukuran menengah.

“Kalau kita lihat dari hasil uji kelayakan tadi, dermaga ini sangat layak untuk sandar kapal sekelas Ekajaya Matra di bawah GT 500,” kata Oka saat ditemui RRI di Dermaga Senggigi, Lombok Barat, Rabu 21 Januari 2026.

Menurutnya, kelayakan tersebut tidak hanya dinilai dari konstruksi bangunan, namun juga dari kondisi alam sekitar yang sangat mendukung aktivitas pelayaran. Letak dermaga yang berada di kawasan teluk membuatnya relatif lebih aman dari terpaan gelombang besar.

“Dari sisi pembangunannya bagus, kemudian dari kondisi teluknya juga sangat memungkinkan. Bahkan secara alami, kawasan ini lebih terlindung,” ucapnya.

Namun demikian, pihak pelabuhan belum membuka pelayaran secara penuh. Hal ini disebabkan kondisi cuaca yang masih fluktuatif berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Saat ini, tinggi gelombang di perairan Lombok dilaporkan berada pada kisaran 2,5 hingga 4 meter, sehingga otoritas pelabuhan masih menerapkan sistem buka–tutup pelayaran demi keselamatan.

“Untuk sekarang kita belum izinkan berlayar. Kita masih menunggu cuaca benar-benar membaik. Kalau BMKG menyatakan aman, baru kita buka. Kalau belum, tetap kita tutup sementara,” jelasnya.

Dari sisi fasilitas darat, dermaga Senggigi disebut telah memiliki sarana pendukung yang memadai. Ruang tunggu penumpang tersedia, begitu pula fasilitas embarkasi dan debarkasi kapal yang dinilai sudah memenuhi standar pelayanan pelayaran.

“Kalau sarana dan prasarananya, ruang tunggu sudah ada, fasilitas naik turun penumpang juga sudah sangat layak. Dari sisi pelayanan pelayaran kita anggap siap,” ujarnya.

Keunggulan lain dermaga Senggigi adalah fungsinya sebagai lokasi perlindungan kapal saat cuaca memburuk. Dalam kondisi tertentu, kapal-kapal bahkan disarankan untuk berlindung di kawasan ini karena lebih aman dibanding perairan terbuka.

“Karena ini teluk, gelombangnya relatif terhindar. Bahkan saat cuaca buruk, kita sering sarankan kapal berlindung ke sini,” katanya.

Meski demikian, Made Oka mengakui masih terdapat keterbatasan penting, khususnya terkait fasilitas keselamatan pelayaran yang hingga kini belum tersedia secara lengkap di lokasi.

Oleh sebab itu, pihaknya masih mengandalkan sepenuhnya informasi dan rekomendasi cuaca dari BMKG sebelum mengambil keputusan operasional.

“Untuk keselamatan pelayaran memang masih terbatas, belum ada peralatan pemandu di sini. Jadi kita sangat bergantung pada BMKG,” ungkapnya.

Ke depan, jika telah memperoleh izin resmi dari Dinas Perhubungan Lombok Barat, pihak UPP Pemenang berencana melakukan penguatan sarana keselamatan secara bertahap agar aktivitas pelayaran bisa berjalan lebih aman dan nyaman.

“Kalau nanti sudah diizinkan oleh Kadis Perhubungan Lombok Barat, perlahan akan kita lengkapi peralatan keselamatan pelayaran agar kenyamanan dan keamanan bisa terjamin,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....