Pelabuhan Senggigi Terapkan E-Ticketing Kebocoran PAD Kini Sulit Terjadi

  • 12 Jun 2026 10:34 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat resmi memulai era baru pengelolaan transportasi laut dengan menerapkan sistem e-ticketing di Pelabuhan Senggigi, Kecamatan Batulayar. Langkah digitalisasi ini diyakini menjadi terobosan penting untuk meningkatkan transparansi, menutup potensi kebocoran pendapatan, sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga dua kali lipat.

Peluncuran sistem tiket elektronik tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) bersama Direktur PT Easybook Indonesia, Azam Bin Mansor, Kamis 11 Juni 2026. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia, Anggota DPRD NTB Hasbullah Muiz, Pj Sekda Lombok Barat H. Akhmad Saikhu, para kepala OPD, pelaku usaha pariwisata, hingga pengusaha hotel di kawasan Senggigi.

Momentum peresmian ditandai dengan uji coba penggunaan mesin e-ticketing yang kini ditempatkan di jalur keluar masuk pelabuhan. Seluruh transaksi pembelian tiket dilakukan secara digital menggunakan barcode tanpa lagi melibatkan pembayaran tunai maupun tiket manual.

Bupati LAZ menegaskan sistem baru tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan seluruh aktivitas penumpang dan pendapatan pelabuhan tercatat secara akurat.

"Mulai hari ini seluruh transaksi dilakukan secara online. Tidak ada lagi pembayaran tunai dan tidak ada lagi tiket manual. Semua tercatat melalui sistem sehingga lebih transparan dan akuntabel," ujarnya.

Menurutnya, sistem yang terintegrasi dengan PT Easybook Indonesia dan Bank NTB Syariah memungkinkan setiap transaksi langsung terpisah secara otomatis antara hak penyedia layanan dan pendapatan daerah.

"Begitu pembayaran masuk ke Bank NTB, sistem langsung memisahkan dana yang menjadi hak daerah dan yang menjadi hak penyedia layanan. Dengan cara ini kami bisa memastikan tidak ada lagi kebocoran penerimaan," katanya.

LAZ menjelaskan, penggunaan tiket elektronik juga membuat setiap tiket hanya dapat digunakan satu kali. Setelah barcode dipindai, tiket otomatis tidak berlaku lagi sehingga tidak dapat digunakan kembali.

"Semua penumpang yang masuk dan keluar pelabuhan akan tercatat secara riil. Ini menjadi ikhtiar pemerintah untuk mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan daerah yang ada di Pelabuhan Senggigi," jelasnya.

Selain mengejar peningkatan PAD, Pemkab Lombok Barat juga menyiapkan rencana besar menjadikan Senggigi sebagai salah satu pintu masuk wisata unggulan di Pulau Lombok. Pemerintah saat ini tengah menjajaki kerja sama investasi untuk mengembangkan kawasan pelabuhan menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi pelabuhan, pusat aktivitas wisata, dan area komersial modern.

"Kami terus berupaya melakukan penataan Senggigi agar menjadi lebih baik. Ke depan kami ingin kawasan ini berkembang menjadi gerbang wisata yang semakin ramai dan modern," ucapnya.

Penerapan e-ticketing di Pelabuhan Senggigi merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan PT Easybook Indonesia yang sebelumnya telah dituangkan dalam nota kesepahaman.

Direktur PT Easybook Indonesia, Azam Bin Mansor, mengatakan pihaknya bergerak cepat merealisasikan komitmen tersebut karena melihat potensi besar sektor transportasi dan pariwisata Lombok Barat.

"Setelah penandatanganan MoU dengan pemerintah daerah, kami langsung mempercepat implementasi sistem e-ticketing di Pelabuhan Senggigi. Kami ingin membantu menciptakan layanan yang lebih modern, aman, dan transparan," katanya.

Azam menjelaskan Pelabuhan Senggigi menjadi pelabuhan keenam di Pulau Lombok yang telah menggunakan layanan digital Easybook. Sistem serupa sebelumnya telah diterapkan di Pelabuhan Bangsal, Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno.

Menurutnya, digitalisasi tiket menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh transaksi dapat dipantau secara akurat sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat, M. Hendrayadi, mengungkapkan bahwa sektor pelabuhan telah menunjukkan performa yang sangat positif sepanjang tahun 2026.

Hingga pertengahan tahun, realisasi PAD dari sektor pelabuhan telah mencapai sekitar 90 persen dari target awal sebesar Rp700 juta. Melihat tren tersebut, pemerintah daerah berencana menaikkan target PAD dalam APBD Perubahan menjadi Rp1,2 miliar.

"Capaian saat ini sangat menggembirakan. Karena itu kami berencana menaikkan target pendapatan pada APBD Perubahan menjadi Rp1,2 miliar," ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa peningkatan kapasitas dermaga turut menjadi faktor pendorong pertumbuhan aktivitas pelabuhan. Saat ini dermaga Senggigi mampu melayani tiga kapal bersandar secara bersamaan dengan kapasitas hingga 499 Gross Tonnage (GT).

Bertambahnya jumlah perjalanan kapal atau trip penyeberangan berdampak langsung terhadap lonjakan jumlah penumpang. Bahkan, jumlah pengguna jasa pelabuhan diperkirakan meningkat hingga sepuluh kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan penerapan sistem digital yang lebih transparan, peningkatan aktivitas penumpang, serta rencana pengembangan kawasan wisata terpadu, Pelabuhan Senggigi kini diproyeksikan menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi dan sumber PAD strategis bagi Kabupaten Lombok Barat.

"Kami optimistis digitalisasi ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat pendapatan daerah di masa mendatang," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....