Kuota 60 Siswa Sekolah Rakyat Dasar 4 Lombok Barat Dipilih lewat Penjangkauan
- 10 Jun 2026 14:55 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 4 Lombok Barat terus memperkuat komitmennya dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Berbeda dengan sekolah pada umumnya yang membuka pendaftaran peserta didik baru, Sekolah Rakyat menerapkan sistem penjangkauan langsung kepada calon siswa yang berasal dari keluarga miskin ekstrem.
Kepala SRD 4 Lombok Barat, Lilik Fadlilah, M.Pd., menjelaskan proses penerimaan siswa dilakukan melalui mekanisme khusus yang melibatkan Dinas Sosial dan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
"Untuk penerimaan siswa di Sekolah Rakyat tidak berlaku seperti sekolah pada umumnya. Sistem yang digunakan adalah penjangkauan. Dinas Sosial bersama pendamping PKH akan mencari calon siswa dari keluarga yang masuk kategori desil satu dan desil dua," ujar Lilik saat ditemui RRI d SRD 4 Lombok Barat, Rabu 10 Juni 2026.
Menurut Lilik, setiap calon siswa terlebih dahulu harus melalui proses verifikasi dan asesmen data yang dilakukan berdasarkan dokumen resmi yang telah diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
"Setelah proses assessment dan kelengkapan dokumen dinyatakan sesuai, barulah calon siswa diserahkan kepada Sekolah Rakyat. Jadi intinya Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran siswa baru, tetapi melakukan penjangkauan," katanya.
Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat berada di bawah naungan Kementerian Sosial Republik Indonesia, sementara Dinas Sosial di daerah berperan membantu proses pencarian dan pendataan calon peserta didik yang memenuhi kriteria.
"Benar, Sekolah Rakyat berada di bawah Kementerian Sosial. Dinas Sosial membantu mencari siswa-siswa yang ada di Kabupaten Lombok Barat sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Untuk tahun ajaran baru ini, SRD 4 Lombok Barat mendapatkan kuota sebanyak 60 siswa jenjang sekolah dasar. Seluruh peserta didik tersebut telah dipersiapkan untuk mengikuti program pendidikan yang diselenggarakan Sekolah Rakyat.
Lilik menjelaskan bahwa sebelum pembangunan sekolah permanen di Lombok Barat selesai, para siswa akan menjalani proses pembelajaran di lokasi sementara yang berada di Kabupaten Lombok Utara.
"Kuota tahun ini sebanyak 60 siswa SD. Sementara sebelum sekolah permanen tersedia di Lombok Barat, anak-anak akan dititipkan terlebih dahulu di sekolah yang sudah ada di Kabupaten Lombok Utara," ucapnya.
Selain fokus pada pendidikan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan karakter, pengalaman sosial, dan keterampilan peserta didik melalui berbagai kegiatan luar kelas.
Saat ini para siswa baru saja menyelesaikan semester pembelajaran dan akan memasuki masa kenaikan kelas. Sebelum memasuki tahun ajaran berikutnya, sejumlah kegiatan edukatif telah disiapkan.
"Anak-anak baru saja menyelesaikan semester. Sebelum kenaikan kelas ada banyak kegiatan yang akan mereka lakukan, salah satunya outing class dan kunjungan edukatif," katanya.
Dalam waktu dekat, para siswa dijadwalkan mengunjungi Polda NTB serta sentra kerajinan gerabah Banyumulek sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman langsung.
Lebih jauh, Lilik mengungkapkan bahwa kehidupan sehari-hari siswa Sekolah Rakyat diatur melalui sistem pendidikan berasrama yang menanamkan disiplin, kemandirian, dan pembentukan karakter sejak dini.
"Jadwal kegiatan siswa dimulai sejak pukul lima pagi hingga pukul sepuluh malam. Aktivitas mereka dimulai dari salat Subuh berjamaah, senam pagi, sarapan, kegiatan belajar di kelas, salat Zuhur berjamaah, makan siang, hingga berbagai aktivitas pembinaan lainnya sebelum kembali ke kamar pada malam hari," jelasnya.
Pola pendidikan tersebut dirancang untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, mandiri, serta berakhlak baik. Kehadiran Sekolah Rakyat di Lombok Barat diharapkan menjadi jembatan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan yang layak dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
"Melalui sistem pendidikan yang terintegrasi ini, kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan terbaik sekaligus pembinaan karakter yang kuat," katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....