Pengamanan MotoGP Mandalika Diuji, 2.678 Personel Disiapkan
- 29 Sep 2026 09:02 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah— Kesiapan pengamanan MotoGP Mandalika 2026 mulai diuji. Polda NTB bersama ITDC dan Mandalika Grand Prix Association atau MGPA menggelar simulasi pengamanan dan kontinjensi di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Senin 28 September 2026.
Simulasi ini dilakukan untuk menguji koordinasi lintas instansi, kesiapan personel, sarana pendukung, serta pola respons menghadapi berbagai situasi yang berpotensi terjadi selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9 hingga 11 Oktober mendatang.
Sebanyak 908 personel Polri terlibat dalam simulasi. Mereka didukung 51 kendaraan dan peralatan, termasuk kendaraan operasional pengamanan dan ambulans.
Berbagai skenario diperagakan, mulai dari penanganan kepadatan massa, gangguan keamanan dan ketertiban, kondisi darurat, proses evakuasi, hingga penanganan situasi kontinjensi di kawasan penyelenggaraan MotoGP.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan simulasi menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan MotoGP siap menghadapi tingginya mobilitas pengunjung.
Menurutnya, kesiapan tidak hanya menyangkut pelaksanaan balapan, tetapi juga keamanan, keselamatan, mobilitas, serta pelayanan kepada para pengunjung.
“Pertamina Grand Prix of Indonesia merupakan event berskala internasional yang membutuhkan kesiapan secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek penyelenggaraan balapan, tetapi juga keamanan, keselamatan, mobilitas, dan pelayanan kepada pengunjung,” kata Troy.
Ia menambahkan, simulasi tersebut menjadi bagian dari finalisasi kesiapan sebelum seluruh rangkaian MotoGP berlangsung.
“Simulasi ini menjadi bagian penting dari finalisasi kesiapan tersebut agar seluruh rangkaian event dapat berlangsung aman dan nyaman. Kolaborasi dengan seluruh stakeholder terus kami perkuat hingga hari penyelenggaraan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja mengatakan simulasi dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pengamanan memahami dan siap menjalankan pola pengamanan yang telah disusun dalam Operasi Mandalika Rinjani 2026.
“Simulasi pengamanan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan rasa aman di NTB sekaligus mendukung iklim pariwisata internasional,” kata Kalingga.
Menurutnya, pengamanan MotoGP membutuhkan dukungan berbagai pihak karena event tersebut melibatkan tidak hanya aparat keamanan, tetapi juga pemerintah daerah, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
“Pertamina Grand Prix of Indonesia merupakan kejuaraan internasional, sehingga keberhasilannya membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, baik Polri, TNI, Pemda, stakeholder terkait, maupun masyarakat,” ujarnya.
Kalingga mengajak seluruh pihak ikut menjaga keamanan selama penyelenggaraan MotoGP, termasuk memberikan rasa aman bagi wisatawan yang datang ke NTB.
“Mari bersama-sama kita sukseskan penyelenggaraan ini dan menjaga NTB tetap aman dan nyaman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” katanya.
Pengamanan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dilakukan secara bertahap melalui tiga operasi.
Ops Kresna Mandalika berlangsung 19 hingga 27 September dengan melibatkan 200 personel. Kemudian Ops Cipta Mandalika pada 28 September hingga 4 Oktober dengan 500 personel.
Selanjutnya, Ops Mandalika Rinjani berlangsung 5 hingga 16 Oktober dengan melibatkan 2.678 personel.
Simulasi pada Senin kemarin merupakan bagian dari rangkaian persiapan Operasi Mandalika Rinjani 2026. Sebelumnya, peninjauan lokasi dilakukan pada Sabtu 26 September, kemudian dilanjutkan gladi kotor dan gladi bersih pada Minggu 27 September.
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....