Jelang MotoGP 2026, Persiapan Sirkuit Mandalika Capai 85 Persen
- 22 Sep 2026 16:21 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Persiapan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika untuk menggelar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 terus dikebut. Sejumlah pekerjaan teknis dilakukan untuk memastikan lintasan memenuhi standar keselamatan dan homologasi yang ditetapkan Federasi Internasional Sepeda Motor (FIM).
Direktur Komersial ITDC Troy Warokka mengatakan, salah satu pekerjaan yang tengah berlangsung adalah pengecatan ulang sejumlah bagian lintasan atau track painting. Pekerjaan tersebut bukan sekadar untuk mempercantik tampilan sirkuit, tetapi menjadi bagian dari persyaratan homologasi.
"Track painting ini bukan hanya masalah beautifikasi daripada sirkuit, tapi lebih kepada mematuhi rekomendasi sertifikasi dan homologasi yang harus kita penuhi," kata Troy, Senin 21 September 2026.
Menurut Troy, cat yang digunakan merupakan produk khusus yang didatangkan dari Italia dan telah memenuhi rekomendasi homologasi FIM. Cat tersebut memiliki karakteristik anti-slip sehingga berbeda dengan cat biasa.
"Cat ini kami impor dari Italia karena harus memiliki rekomendasi sertifikasi dari homologasi," ujarnya.
Saat ini, progres pengecatan lintasan disebut telah mencapai sekitar 70 persen. Sementara secara keseluruhan, persiapan sirkuit untuk MotoGP 2026 telah berada di kisaran 80 hingga 85 persen.
Troy menyebut sejumlah pekerjaan penting bahkan telah rampung. Salah satunya perangkat keselamatan elektronik yang telah selesai seluruhnya. Adapun pekerjaan yang tersisa sebagian besar berupa perapian dan pekerjaan minor yang ditargetkan selesai sekitar satu minggu sebelum balapan.
Selain pengecatan, persiapan homologasi juga mencakup kondisi area run-off, termasuk kedalaman dan tingkat kekemburan material gravel. Troy mengatakan kedalaman gravel harus memenuhi standar yang ditetapkan FIM, yakni sekitar 25 sentimeter.
"Gravel-nya kita gemburkan agar punya tingkat kedalaman minimal yang disyaratkan FIM, yaitu sekitar 25 sentimeter," katanya.
Menariknya, aktivitas balap dan track day tetap berlangsung di tengah persiapan tersebut. Menurut Troy, hal itu justru bagian dari rekomendasi untuk menjaga kondisi permukaan aspal dan tingkat grip lintasan.
"Semakin sering dipakai, kondisi grip itu semakin bagus. Itulah yang direkomendasikan FIM, kenapa kita tetap menyelenggarakan kegiatan-kegiatan di sela masa persiapan," ujarnya.
Pengecatan dilakukan pada area lintasan dengan luas sekitar 60.000 meter persegi. Untuk desainnya, ITDC tidak melakukan perubahan signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Motif yang digunakan tetap mengangkat unsur Sasambo, yang merepresentasikan identitas budaya Nusa Tenggara Barat.
"Tidak ada perubahan. Ini adalah motif yang merepresentasikan motif batik Sasambo. Itu yang coba kita pertahankan agar dunia bisa melihat Lombok punya ciri khas yang kita presentasikan melalui motif," kata Troy.
Selain lintasan, ITDC juga melakukan pembenahan sejumlah fasilitas pendukung di kawasan sirkuit, termasuk bangunan dan sarana penunjang aktivitas otomotif.
Salah satunya pembangunan fasilitas penyimpanan permanen yang sebelumnya masih menggunakan tenda. Fasilitas tersebut diharapkan semakin memperkuat ekosistem otomotif di kawasan The Mandalika.
"Setahun sebelumnya kita hanya menggunakan tenda, sekarang sudah punya yang permanen. Itu melengkapi ekosistem otomotif yang ada di sini," ujarnya.
Persiapan MotoGP tahun ini juga mencakup penguatan sistem mitigasi kebakaran di sekitar sirkuit, terutama menghadapi potensi kebakaran lahan pada musim kemarau.
ITDC melakukan koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya. Patroli dan pengawasan juga ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi munculnya api, termasuk yang dapat dipicu aktivitas pengunjung maupun sampah di kawasan.
Dari sisi peralatan, sistem pemadam kebakaran di kawasan sirkuit juga telah dimodernisasi. Troy mengatakan ITDC mendatangkan perangkat pemadam kebakaran dari Australia untuk memperkuat sistem keselamatan di kawasan sirkuit.
"Kita lengkapi dengan teknologi terbaru yang kita kirim dari Australia. Ini mungkin salah satu peralatan damkar yang terbaik di Indonesia dan ada di NTB," katanya.
Sistem tersebut dilengkapi gedung khusus, instalasi pipa serta penampungan air berkapasitas sekitar 300 meter kubik. Sistem fire pump memungkinkan penyemprotan dilakukan secara serentak ketika terjadi keadaan darurat.
Fasilitas tersebut juga telah diperiksa dan mendapat persetujuan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Tengah.
Dengan berbagai persiapan tersebut, ITDC memastikan kesiapan sirkuit terus dikebut menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9-11 Oktober mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....