AHY Tegaskan Bendungan Meninting Jadi Motor Harapan Petani dan Kemakmuran Rakyat
- 10 Jul 2026 18:45 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa keberadaan bendungan tidak semata-mata dipahami sebagai bangunan penampung air, melainkan sebagai fondasi penting yang menggerakkan ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat 10 Juli 2026. Peresmian itu menjadi bagian dari peluncuran lima bendungan yang dilakukan secara serentak di sejumlah daerah di Indonesia.
Momentum tersebut turut dihadiri Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Pertanian, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Panglima TNI, Kapolri, Gubernur NTB, serta para kepala daerah.
AHY menilai pembangunan bendungan memiliki manfaat yang jauh melampaui fungsi utamanya sebagai penyedia cadangan air. Menurutnya, infrastruktur sumber daya air menjadi elemen strategis yang mampu menopang sistem irigasi, menyediakan air baku bagi masyarakat, mengurangi potensi banjir, hingga membuka peluang pengembangan energi baru dan terbarukan.
"Bendungan bukan hanya menampung air. Bendungan mengalirkan kehidupan, mengalirkan kesempatan, dan mengalirkan harapan bagi masyarakat. Ketika air tersedia, pertanian tumbuh, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan rakyat meningkat," ujar AHY.
Ia menjelaskan, tersedianya pasokan air secara berkelanjutan akan berdampak langsung terhadap produktivitas sektor pertanian. Lahan yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan satu kali panen dalam setahun, katanya, berpeluang meningkat menjadi dua bahkan tiga kali masa tanam.
Kondisi tersebut diyakini akan memperkuat produksi pangan nasional sekaligus meningkatkan pendapatan para petani di berbagai daerah yang mendapat manfaat dari jaringan irigasi bendungan.
AHY juga mengingatkan bahwa pembangunan lima bendungan yang diresmikan merupakan hasil proses panjang lintas pemerintahan. Dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp9,7 triliun dan waktu pembangunan yang berlangsung selama bertahun-tahun, proyek tersebut mencerminkan pentingnya kesinambungan pembangunan nasional.
"Setiap rupiah yang digunakan untuk membangun bendungan ini adalah uang rakyat. Karena itu manfaatnya harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pangan yang cukup, air yang tersedia, ekonomi yang tumbuh, dan kualitas hidup yang semakin baik," tegasnya.
Menurut AHY, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak cukup diukur dari besarnya anggaran maupun kemegahan konstruksi yang berdiri. Yang paling utama, ucapnya, adalah seberapa besar dampak nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan, infrastruktur yang berkualitas harus mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas ekonomi, sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan hingga ke daerah-daerah.
"Dengan hadirnya bendungan, pemerintah berharap manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya petani yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan nasional," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....