Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Ribuan Hektare Sawah Kini Terairi

  • 11 Jul 2026 05:13 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan lima Bendungan Strategis Nasional (BSN) secara serentak pada Jumat 10 Juli 2026. Peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), sementara empat bendungan lainnya diresmikan secara virtual melalui sambungan Zoom dari lokasi masing-masing.

Momentum tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan pangan, ketahanan air, pengendalian banjir, hingga pengembangan energi baru terbarukan yang tengah dipacu pemerintah di berbagai daerah.

Dalam laporannya, Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Dody Hanggodo menjelaskan bahwa lima bendungan yang diresmikan telah didukung jaringan irigasi sepanjang sekitar 279 kilometer yang mampu mengairi lahan pertanian seluas hampir 40 ribu hektare.

"Melalui lima bendungan ini, insya Allah kita akan memperoleh tambahan manfaat irigasi yang mampu meningkatkan produksi pertanian hingga sekitar 720 ribu ton panen setiap tahun," ujarnya.

Ia mengatakan pembangunan Bendungan Meninting dilaksanakan secara bertahap sejak 2019 hingga 2025 dan kini telah selesai sehingga mulai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para petani di Pulau Lombok.

"Kami terus menyelesaikan jaringan irigasinya agar air benar-benar sampai ke lahan pertanian sebagaimana arahan Bapak Presiden," katanya.

Bendungan Meninting dipilih sebagai lokasi utama peresmian karena dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pertanian sekaligus memperkuat ketersediaan sumber daya air di Pulau Lombok.

Pembangunan bendungan tersebut menghabiskan investasi sebesar Rp1,473 triliun dengan masa konstruksi berlangsung sejak 2018 hingga 2025.

Berdasarkan data teknis Kementerian Pekerjaan Umum, Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung mencapai 9,91 juta meter kubik, luas genangan 46,16 hektare, serta tinggi bendungan 74 meter dengan tipe konstruksi Random Tanah Inti Tegak.

Selain menjadi sumber irigasi bagi 1.559 hektare lahan pertanian melalui jaringan sepanjang 25,72 kilometer, bendungan ini juga mampu menyediakan air baku sebesar 0,15 meter kubik per detik, mengurangi potensi banjir hingga 59 hektare, sekaligus memiliki potensi energi terbarukan sebesar 10,03 megawatt (MW) yang berasal dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 0,8 MW dan PLTS terapung sebesar 9,23 MW.

Selain Bendungan Meninting di Lombok Barat, Presiden juga meresmikan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali.

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pembangunan lima bendungan tersebut merupakan investasi besar negara dengan total nilai mencapai Rp9,79 triliun.

"Lima bendungan yang kita resmikan hari ini merupakan investasi negara sebesar kurang lebih Rp9,79 triliun," ujarnya.

Secara keseluruhan, lima bendungan tersebut akan melayani jaringan irigasi seluas 39.540 hektare dengan panjang jaringan mencapai 279,98 kilometer, menyediakan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, memiliki potensi pembangkit listrik tenaga air sebesar 9,635 MW, PLTS terapung 345,94 MW, serta mampu mereduksi kawasan rawan banjir hingga 932 hektare.

Rincian investasi masing-masing bendungan meliputi Bendungan Keureuto di Aceh Utara senilai Rp2,961 triliun, Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie sebesar Rp2,483 triliun, Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar senilai Rp1,080 triliun, dan Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar dengan nilai pembangunan Rp1,080 triliun.

Presiden menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah untuk menciptakan kemandirian pangan, ketahanan energi, dan kesejahteraan masyarakat.

"Yang kita perjuangkan bersama pemerintah dan seluruh pihak yang mendukung adalah mewujudkan kemakmuran rakyat Indonesia. Caranya dengan mengurangi, bahkan kalau bisa menghabisi korupsi, melakukan penghematan, serta menjalankan efisiensi dalam pengelolaan negara," tegasnya.

Menurut Prabowo, setiap rupiah anggaran negara harus benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat sehingga pembangunan dapat berlangsung lebih cepat, merata, dan berkelanjutan.

Ia menegaskan pemerintah akan terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih agar semakin banyak sumber daya negara dapat dialihkan bagi pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Pembangunan bendungan, penguatan ketahanan energi, serta efisiensi anggaran merupakan bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....