Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Bupati Lobar Sebut Sumber Kehidupan Baru
- 11 Jul 2026 08:33 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) Jumat 10 Juli 2026 sebagai salah satu proyek strategis nasional yang diproyeksikan menjadi penggerak utama ketahanan pangan, ketahanan air, hingga penguatan ekonomi masyarakat Pulau Lombok.
Bendungan Meninting menjadi lokasi utama dalam agenda peresmian Presiden bersama empat bendungan lainnya di Indonesia. Proyek ini dinilai memiliki peran vital dalam mendukung sektor pertanian, penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta pengembangan energi baru terbarukan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara sekitar Rp9,79 triliun," ujarnya.
Selain Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Presiden juga meresmikan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali.
Bendungan Meninting sendiri dibangun dengan nilai kontrak sebesar Rp1,473 triliun. Proses konstruksinya berlangsung selama tujuh tahun, dimulai pada 2018 hingga rampung pada 2025.
Berdasarkan data teknis Kementerian Pekerjaan Umum, bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung mencapai 9,91 juta meter kubik dengan luas genangan 46,16 hektare dan tinggi konstruksi 74 meter. Infrastruktur ini menggunakan tipe bendungan Random Tanah Inti Tegak yang dirancang untuk memberikan daya dukung maksimal terhadap kebutuhan air di wilayah Lombok.
Keberadaan Bendungan Meninting diproyeksikan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Bendungan ini mampu menyediakan air baku sebesar 0,15 meter kubik per detik, melayani jaringan irigasi seluas 1.559 hektare dengan panjang jaringan mencapai 25,72 kilometer, sekaligus mengurangi potensi banjir di kawasan seluas sekitar 59 hektare.
Tidak hanya itu, bendungan tersebut juga membuka peluang pengembangan energi bersih melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 0,8 megawatt (MW) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung sebesar 9,23 MW, sehingga total potensi energi terbarukan yang dapat dikembangkan mencapai 10,03 MW.
Sementara itu, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur yang dinilai sangat strategis bagi kemajuan daerah.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan seluruh masyarakat Lombok Barat, kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Prabowo Subianto. Apalagi tadi beliau memberikan arahan-arahan yang sangat berharga kepada kita semua," katanya.
Menurutnya, kehadiran Bendungan Meninting diharapkan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menggerakkan sektor pertanian, meningkatkan produktivitas pangan, menyediakan air bersih, hingga memperkuat pasokan energi yang akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
"Mudah-mudahan bendungan ini menjadi sumber kehidupan dan peningkatan ekonomi kerakyatan. Seperti yang disampaikan Presiden, bendungan ini akan mendukung peningkatan produksi padi, penyediaan air bersih, hingga pasokan listrik," ucapnya.
Lalu Ahmad Zaini juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan bendungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan merawat aset negara tersebut.
"Tugas kita, masyarakat Lombok Barat, adalah menjaga bendungan ini agar tetap lestari, berfungsi optimal, dan memberikan manfaat sesuai dengan peruntukannya bagi generasi sekarang maupun yang akan datang," katanya menegaskan.
Ia berharap keberadaan Bendungan Meninting menjadi fondasi penting bagi terwujudnya kemandirian pangan, ketahanan air, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Lombok Barat secara berkelanjutan.
"Semoga bendungan ini benar-benar menjadi berkah bagi masyarakat dan menjadi penggerak kemajuan daerah dalam jangka panjang," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....