Bypass Port to Port Lombok Disiapkan AHY untuk Pangkas Biaya Logistik

  • 11 Jul 2026 09:26 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Rencana pembangunan jalan bypass Port to Port Lembar–Kayangan kembali mendapat dukungan kuat dari pemerintah pusat. Proyek strategis yang akan menghubungkan Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat dengan Pelabuhan Kayangan di Kabupaten Lombok Timur itu dinilai mampu menghadirkan konektivitas yang lebih efisien, memangkas biaya logistik, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Jalan baru sepanjang sekitar 80 kilometer tersebut dirancang menjadi jalur darat alternatif yang menghubungkan dua pelabuhan utama di Pulau Lombok. Kehadirannya diproyeksikan memangkas waktu perjalanan yang selama ini mencapai lima hingga enam jam menjadi hanya sekitar satu jam 45 menit hingga dua jam.

Selain melintasi kawasan pesisir selatan Pulau Lombok, jalur bypass ini juga akan terhubung dengan kawasan strategis seperti Bandara Internasional Lombok hingga Teluk Awang. Pemerintah Provinsi NTB pun menargetkan agar pekerjaan fisik proyek tersebut dapat segera dimulai sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor logistik dan pariwisata.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyambut positif rencana pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, peningkatan konektivitas merupakan fondasi utama dalam menciptakan efisiensi distribusi barang maupun mobilitas masyarakat.

"Saya ingin mendengarkan lebih lengkap lagi mengenai proyek Port to Port ini. Jadi prinsipnya adalah konektivitas yang terhubung akan meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya logistik, biaya transportasi, sehingga semuanya menjadi semakin efisien. Saya setuju sekali," ujarnya. Jumat 10 Juli 2026.

AHY mengungkapkan, sebelumnya Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal telah menjelaskan kondisi jalur penghubung antarpelabuhan di Pulau Lombok yang saat ini masih memerlukan waktu tempuh sangat panjang.

"Kemarin Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bercerita, kalau tidak salah panjang jalurnya sekitar seratus kilometer, tetapi ditempuh lima sampai enam jam. Ini terlalu lama. Dengan kondisi seperti itu, biaya distribusi maupun transportasi logistik tentu menjadi semakin tinggi," katanya.

Karena itu, AHY menilai pembangunan jalan bypass Port to Port menjadi kebutuhan yang mendesak untuk memperkuat sistem transportasi di NTB. Infrastruktur yang terintegrasi diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap efisiensi biaya distribusi, memperlancar arus barang, hingga meningkatkan daya saing daerah.

"Oleh karena itu memang harus dihubungkan dengan baik. Sekali lagi, konektivitas yang semakin tangguh dan memadai inilah yang akan dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, termasuk yang ada di NTB," tegasnya.

Pembangunan bypass Port to Port Lembar–Kayangan diharapkan menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis yang mampu mempercepat pemerataan pembangunan di Pulau Lombok. Selain memperkuat rantai logistik nasional, jalur baru tersebut juga diproyeksikan membuka akses yang lebih cepat menuju kawasan pariwisata dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di NTB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....