NTB Sabet Dua Penghargaan Halal Metric 2026 di Tingkat Nasional

  • 05 Mei 2026 19:57 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • NTB Sabet Dua Penghargaan Halal Metric 2026 di Tingkat Nasional
  • Ajang Indonesia Halal Ecosystem Summit & UB Halal Metric Awards Ceremony 2026
  • Gold Award untuk kategori Halal Ecosystem
  • Bronze Award pada kategori Innovation, Collaboration and Public Empowerment (ICPE)

‎RRI.CO.ID, Malang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil meraih dua penghargaan sekaligus ditingkat nasional dalam ajang Indonesia Halal Ecosystem Summit & UB Halal Metric Awards Ceremony 2026 yang digelar di Malang, Selasa, 5 Mei 2026. Penghargaan tersebut meliputi Gold Award untuk kategori Halal Ecosystem dan Bronze Award pada kategori Innovation, Collaboration and Public Empowerment (ICPE).

‎Capaian ini merupakan hasil konsistensi Pemprov NTB dalam membangun sistem ekonomi syariah yang terintegrasi, terutama pada sektor layanan publik dan wisata halal. Penilaian didasarkan pada laporan mandiri dengan indikator utama meliputi kebijakan, infrastruktur dan layanan, edukasi dan riset, serta keberlanjutan ekosistem.

‎Penghargaan diserahkan oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama jajaran Kementerian Agama dan Rektor Universitas Brawijaya.

‎Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan fondasi ekonomi syariah di NTB telah dibangun sejak lebih dari satu dekade lalu. Ia merujuk pada inisiatif awal pengembangan wisata halal dan transformasi lembaga keuangan daerah menuju sistem syariah pada periode sebelumnya.

“Prosesnya tidak instan. Kami melanjutkan dan mematangkan yang sudah ada,” kata Iqbal saat menerima penghargaan.

‎Iqbal menjelaskan, saat ini penguatan sektor keuangan syariah terus dilakukan melalui konsolidasi berbagai lembaga, termasuk Bank NTB Syariah, Jamkrida, dan BPR NTB yang tengah berproses menuju konversi penuh. Ke depan, Bank NTB Syariah direncanakan menjadi entitas induk (holding) bagi sistem keuangan daerah berbasis syariah.

Di sektor industri halal, pertumbuhan produk bersertifikat menunjukkan lonjakan signifikan. Jika pada 2021 hanya tercatat 52 produk, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 22.500 produk hingga akhir 2025. Pemerintah daerah menargetkan tren ini terus berlanjut dalam jangka panjang.

Iqbal menilai keberhasilan pengembangan ekosistem halal tidak cukup bergantung pada popularitas kebijakan. Ia menekankan pentingnya membangun sistem yang berkelanjutan agar tetap berjalan meski terjadi pergantian kepemimpinan.

“Yang bertahan itu sistem, bukan sekadar figur,” ujarnya.

Rektor Universitas Brawijaya, Widodo, menyebut halal kini telah berkembang menjadi standar global yang melampaui aspek religius. Menurut dia, konsep halal mencakup kualitas, kebersihan, hingga kepuasan konsumen.

‎“Halal saat ini telah menjadi platform baru dalam industri global. Bahkan tidak hanya soal agama, tetapi juga standar kualitas, kebersihan, dan kepuasan konsumen,” ujarnya

Sementara itu, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hassan menilai industri halal telah bertransformasi menjadi salah satu pendorong ekonomi dunia. Ia menyebut produk halal kini dipersepsikan sebagai produk premium di pasar internasional.

Pemerintah, kata Haikal, terus mempercepat penguatan ekosistem halal melalui regulasi yang mendukung pelaku usaha, kolaborasi lintas sektor, serta digitalisasi layanan sertifikasi.

‎"Di dunia internasional, halal dipandang sebagai produk premium lebih bersih, lebih berkualitas, dan menjadi penggerak ekonomi baru,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....