Pizza: Dari Makanan Sederhana hingga Mendunia, Ini Fakta Uniknya
- 31 Agt 2026 08:45 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID Mataram - Pizza menjadi salah satu makanan yang hampir selalu punya tempat di hati pecinta kuliner. Bentuknya sederhana—adonan roti pipih yang diberi saus, keju, dan berbagai topping—tetapi perkembangannya telah menjadikan pizza sebagai salah satu makanan paling populer di dunia.
Dilansir dari smithsonianmag.com ,Pizza balik tampilannya yang sederhana, pizza ternyata memiliki sejarah panjang dan sejumlah fakta menarik.
1. Pizza modern sangat lekat dengan Kota Napoli
Meskipun makanan berupa roti pipih dengan berbagai topping sudah dikenal dalam berbagai kebudayaan sejak lama, Napoli, Italia, dikenal sebagai tempat lahir dan pusat perkembangan pizza modern.
Pada abad ke-18, pizza berkembang sebagai makanan yang murah dan mudah dibuat bagi masyarakat Napoli. Adonannya menggunakan bahan sederhana, sementara topping dapat disesuaikan dengan bahan yang tersedia.
Dari gang-gang kota Napoli, pizza kemudian berkembang menjadi makanan yang dikenal hampir di seluruh penjuru dunia.
2. Tomat ternyata bukan berasal dari Eropa
Salah satu bahan yang identik dengan pizza adalah tomat. Namun, tomat sebenarnya berasal dari Benua Amerika dan baru dibawa ke Eropa setelah era penjelajahan dunia.
Ketika pertama kali dikenal di Eropa, tomat bahkan sempat dicurigai beracun. Seiring waktu, masyarakat Napoli mulai menggunakannya dalam makanan, termasuk sebagai saus pada roti pipih yang kemudian berkembang menjadi pizza.
Tanpa kehadiran tomat, wajah pizza modern kemungkinan akan sangat berbeda.
satu cerita paling terkenal dalam sejarah pizza adalah lahirnya Pizza Margherita.
Menurut kisah populer, pada 1889 pizzaiolo Raffaele Esposito membuat pizza dengan warna merah dari tomat, putih dari mozzarella, dan hijau dari basil. Ketiga warna tersebut dianggap merepresentasikan warna bendera Italia dan pizza itu kemudian dikaitkan dengan nama Ratu Margherita.
Kisah tersebut juga tercatat dalam berbagai sumber sejarah dan budaya tentang pizza Napoli, meskipun detail legendaris mengenai peristiwa tersebut masih menjadi bagian dari perdebatan sejarah pizza.
4. Pizza Napoli bisa dimasak dalam waktu sangat singkat
Pizza Neapolitan tradisional memiliki karakter yang berbeda dari banyak pizza modern. Adonannya relatif tipis dengan bagian pinggir yang mengembang.
Dalam proses tradisional, pizza dapat dipanggang menggunakan oven bersuhu sangat tinggi. Smithsonian mencatat bahwa pizza Neapolitan dapat dipanggang dalam waktu sekitar 90 detik atau kurang pada suhu sekitar 900°F atau sekitar 480°C.
Suhu tinggi membuat bagian luar pizza cepat matang sementara bagian dalam adonan tetap memiliki tekstur lembut dan lentur.
5. Pembuat pizza memiliki sebutan khusus
Orang yang membuat pizza secara profesional disebut pizzaiolo, sementara dalam dialek Napoli dikenal pula istilah pizzaiuolo.
Keahlian membuat pizza tradisional bahkan dianggap sebagai bagian penting dari budaya Napoli. Teknik mengolah adonan, membentuk pizza, memberi topping, hingga memanggangnya membutuhkan keterampilan yang diperoleh melalui pengalaman.
UNESCO juga mencatat seni pembuat pizza Neapolitan atau “Art of Neapolitan Pizzaiuolo” sebagai bagian dari warisan budaya takbenda.
6. Jejak makanan mirip pizza sudah sangat tua
Pizza modern memang berkembang di Napoli, tetapi konsep makanan berupa adonan tepung yang dipanggang kemudian diberi bahan tambahan jauh lebih tua.
Berbagai masyarakat kuno telah mengenal makanan berbentuk roti pipih. Bahkan, temuan arkeologi di Pompeii menunjukkan adanya oven dan makanan berbasis roti yang memiliki kemiripan dengan konsep makanan yang kemudian berkembang menjadi pizza.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa makanan kuno tersebut tidak bisa begitu saja disebut sebagai pizza modern. Ia lebih tepat dipandang sebagai bagian dari sejarah panjang perkembangan roti pipih dan makanan panggang.
7. Pizza akhirnya menjadi makanan global
Setelah berkembang di Italia, pizza menyebar melalui migrasi masyarakat Italia dan perkembangan industri makanan.
Di berbagai negara, pizza kemudian mengalami adaptasi. Amerika Serikat misalnya melahirkan berbagai gaya pizza dengan karakter berbeda, sementara negara lain menyesuaikannya dengan bahan dan selera lokal.
Inilah yang membuat pizza menarik: satu konsep dasar dapat berubah menjadi begitu banyak versi tanpa kehilangan identitasnya sebagai pizza.
8. Pizza terbesar di dunia mencapai lebih dari 1.200 meter persegi
Pizza ternyata juga pernah dibuat dalam ukuran yang luar biasa besar.
Menurut Guinness World Records, pizza terbesar yang tercatat memiliki luas 1.296,72 meter persegi. Pizza tersebut dibuat di Los Angeles pada 19 Januari 2023 dan membutuhkan sekitar 6.193 kilogram adonan, 2.244 kilogram saus marinara, 3.992 kilogram keju, serta sekitar 630.496 potong pepperoni.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pizza bukan hanya makanan favorit, tetapi juga bisa menjadi bagian dari berbagai rekor dunia.
9. Rahasia pizza bukan hanya pada topping
Banyak orang mengira kelezatan pizza terutama ditentukan oleh topping. Padahal, dalam tradisi Neapolitan, adonan merupakan bagian yang sangat penting.
Smithsonian mencatat bahwa adonan pizza Neapolitan pada dasarnya menggunakan tepung gandum, air, garam, dan ragi. Proses fermentasi dapat berlangsung dari sekitar 12 jam hingga beberapa hari, tergantung teknik pembuatannya.
Artinya, pizza yang enak tidak selalu membutuhkan topping sebanyak mungkin. Kualitas adonan, proses fermentasi, saus, keju, suhu oven, dan teknik memanggang semuanya berperan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....