Kerupuk Nasi, Warisan Kuliner dari Tradisi Anti-Mubazir
- 05 Agt 2026 09:54 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Kerupuk nasi menjadi salah satu camilan tradisional yang masih bertahan di tengah gempuran makanan modern. Di balik cita rasanya yang gurih dan renyah, kerupuk nasi menyimpan sejarah panjang yang berakar dari kearifan lokal masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan bahan pangan agar tidak terbuang sia-sia.
Sebelum teknologi penyimpanan makanan berkembang seperti saat ini, masyarakat memanfaatkan nasi sisa yang tidak habis dikonsumsi dengan cara mengolahnya kembali. Nasi yang tersisa ditumbuk, diberi bumbu, dicampur tepung tapioka, kemudian dikukus dan dijemur hingga kering sebelum digoreng.
Memasuki awal tahun 2000-an, kerupuk nasi mulai diproduksi secara lebih serius oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai inovasi rasa pun bermunculan sehingga menjadikan produk ini memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi.
Salah seorang pembuat kerupuk nasi, Baiq Muawannah, mengatakan kerupuk nasi yang dibuat saat ini memiliki banyak variasi dibandingkan sebelumnya.
“Sekarang kerupuk nasi sudah banyak variasi, bisa ditambahkan teri, udang ebi, dibuat pedas juga bisa,” ujarnya, Rabu, 5 agustus 2026.
Ia mengaku awalnya membuat kerupuk nasi hanya karena tidak ingin membuang nasi yang masih layak konsumsi.
“Awalnya cuma sayang membuang nasi, lama-kelamaan menjadi camilan keluarga,” katanya.
Menurutnya, anggota keluarga juga sering meminta variasi rasa yang berbeda setiap kali membuat kerupuk nasi.
“Kadang anak-anak request mau rasa apa,” ujarnya sambil tersenyum.
Meski terlihat sederhana, proses pembuatan kerupuk nasi membutuhkan ketelatenan, terutama pada tahap pengeringan. Namun hasil akhirnya berupa kerupuk yang renyah dan gurih dinilai sepadan dengan usaha yang dilakukan.
Selain untuk konsumsi keluarga, kerupuk nasi juga memiliki potensi sebagai peluang usaha rumahan. Dengan inovasi rasa, kemasan yang menarik, dan strategi pemasaran yang tepat, kerupuk nasi dapat menjadi produk unggulan yang diminati masyarakat.
Lebih dari sekadar camilan, kerupuk nasi mencerminkan budaya masyarakat Indonesia yang menghargai makanan dan menghindari pemborosan. Tradisi tersebut menjadi bukti bahwa kearifan lokal mampu melahirkan produk kuliner yang tidak hanya lezat, tetapi juga bernilai ekonomi serta mendukung praktik konsumsi yang berkelanjutan.
Melestarikan kerupuk nasi berarti turut menjaga warisan kuliner Nusantara sekaligus meneruskan nilai-nilai bijak yang diwariskan oleh generasi terdahulu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....