Asal Usul Pempek, Identitas Kuliner dari Palembang

  • 27 Jul 2026 14:19 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Pempek adalah kuliner khas dari Palembang yang terkenal memiliki rasa gurih ikan yang dipadukan dengan kuah cuko yang asam manis, dan pedas.

Namun ternyata, dibalik lezat dan gurihnya rasa pempek tersimpan cerita yang berkaitan dengan para pedagang dari Tiongkok. Bagaimana makanan ini bisa lahir dan menjadi salah satu kuliner paling terkenal di Indonesia?

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat dan dijelaskan dalam Instagram RRI Official, pempek sudah ada sejak masa perdagangan maritim di Sungai Musi ratusan tahun lalu. Pada masa itu, wilayah Palembang menjadi salah satu pusat perdagangan penting yang ramai dikunjungi pedagang dari berbagai daerah termasuk dari Tiongkok.

Konon katanya seorang lelaki tua keturunan Tionghoa yang tinggal di Palembang mencoba mengolah ikan yang melimpah di Sungai Musi agar tidak terbuang sia-sia. Ia kemudian mencampurkan daging ikan dengan tepung sagu dan membentuknya menjadi adonan yang kemudian direbus. Makanan ini lalu dijual dengan cara berkeliling dengan sepeda.

Dari cerita tersebut pula muncul asal usul nama pempek. Konon para pembeli memanggil penjual makanan itu dengan sebutan “apek” yaitu panggilan untuk lelaki tua dalam dialek Tionghoa. Lama kelamaan makanan yang dijual oleh apek tersebut dikenal dengan sebutan “pempek”. Seiring berjalannya waktu pempek berkembang menjadi berbagai bentuk dan varian. Mulai dari pempek kapal selam, lenjer, adaan, hingga kulit, yang semuanya disajikan dengan kuah cuko khas Palembang.

Saat ini pempek tidak hanya terkenal di Palembang saja, karena sudah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga mancanegara. Rasanya yang sangat khas dengan perpaduan budaya lokal dan pengaruh Tionghoa menjadikan pempek sebagai salah satu contoh kekayaan kuliner Nusantara. Dari sebuah makanan sederhana yang dijual keliling, pempek kini menjadi identitas kuliner dari Palembang.

Ternyata dibalik seporsi pempek yang sering kita nikmati terdapat cerita dan pengalaman panjang tentang perdagangan, budaya, dan pertemuan berbagai bangsa di Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....