Pemuda Gerung Ditemukan Meninggal Dunia saat Keluarga Bangunkan Sahur
- 15 Mar 2026 13:40 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Suasana dini hari di Perumahan Pemda, Jalan Raya Rajumas Blok AE 01, Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, mendadak berubah menjadi duka. Seorang pemuda berinisial ADS (18) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya pada Minggu dini hari 15 Maret 2026, tepat saat keluarga hendak membangunkannya untuk makan sahur.
Peristiwa tersebut pertama kali terungkap ketika keluarga korban mencoba memanggil ADS untuk bergabung santap sahur bersama. Namun setelah beberapa kali pintu kamar diketuk, tidak ada respons dari dalam ruangan.
Rasa curiga kemudian muncul. Adik korban, AO, akhirnya membuka pintu kamar dan mendapati kakaknya sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi leher terikat pada terali jendela kamar.
Kepanikan pun terjadi di dalam rumah. Keluarga yang terkejut dengan kondisi tersebut segera menghubungi paman korban berinisial DS untuk membantu menurunkan jenazah sebelum akhirnya melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Kepolisian Resor Lombok Barat melalui Polsek Gerung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolres Lombok Barat melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran SH, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan memastikan petugas langsung melakukan prosedur identifikasi awal di lokasi.
“Kami telah menerima laporan mengenai peristiwa ini. Segera setelah informasi masuk, kami langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan lokasi serta identifikasi awal guna memastikan seluruh prosedur hukum terpenuhi,” ujarnya.
Dari keterangan keluarga, ADS terakhir kali terlihat masuk ke kamar pribadinya pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WITA. Sejak saat itu korban tidak lagi keluar kamar hingga waktu sahur tiba.
Setelah proses identifikasi di lokasi, sekitar pukul 06.30 WITA jenazah korban kemudian dievakuasi menuju RS Bhayangkara Mataram menggunakan ambulans dari Puskesmas Dasan Tapen untuk menjalani pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik lain pada tubuh korban selain luka di bagian leher serta kondisi lidah tergigit.
Pihak kepolisian sempat menyarankan proses autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian. Namun keluarga korban memilih menolak dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.
“Kami sempat menyarankan autopsi untuk memastikan penyebab kematian secara medis. Namun pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah dan menolak autopsi,” katanya menegaskan.
Kapolsek Gerung juga menyampaikan bahwa kepolisian tetap melakukan langkah-langkah prosedural dalam penanganan kasus tersebut.
“Fokus utama kami adalah memastikan seluruh prosedur hukum berjalan sesuai aturan. Kami juga berharap masyarakat dapat mendoakan keluarga korban agar diberi ketabahan menghadapi musibah ini,” ucapnya.
Saat ini jenazah ADS telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Rencananya almarhum akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gerung setelah salat Dzuhur, katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....