Pria di Soromandi Bima Ditemukan Tewas Terbakar
- 15 Jun 2026 15:38 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima – Warga Desa Lewintana, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima digegerkan dengan peristiwa meninggalnya seorang pria berinisial HB (30) yang diduga mengakhiri hidupnya dengan cara membakar diri menggunakan minyak tanah. Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WITA dan langsung mendapat penanganan dari jajaran Polsek Soromandi setelah menerima laporan dari masyarakat setempat.
Kapolsek Soromandi Ipda Mujahidin mengatakan, begitu menerima informasi mengenai kejadian tersebut, pihaknya segera mengerahkan personel menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sesampainya di lokasi, petugas langsung memasang garis polisi dan mengamankan area sekitar guna memastikan proses penyelidikan dapat berjalan dengan baik. Polisi juga mengumpulkan sejumlah keterangan dari pihak keluarga dan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya. Saat itu sang ibu sedang beristirahat di dalam kamar sebelum terbangun karena mencium bau kain hangus terbakar yang bercampur dengan aroma minyak tanah," ujarnya.
Merasa curiga, ibu korban kemudian keluar menuju dapur untuk mencari sumber bau tersebut. Namun sesampainya di dapur, ia mendapati anaknya sudah tergeletak di lantai dalam kondisi tubuh masih dilalap api.
Panik melihat kejadian itu, ibu korban segera mengambil air dan menyiramkan ke tubuh korban hingga api berhasil dipadamkan. Setelah itu ia berteriak meminta pertolongan sehingga anggota keluarga lainnya terbangun dan mendatangi lokasi.
Saudara kandung korban kemudian berusaha memberikan pertolongan dan mencoba membangunkan korban. Namun saat diperiksa, korban sudah tidak memberikan respons dan diduga telah meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kabar tersebut dengan cepat menyebar ke lingkungan sekitar sehingga sejumlah warga berdatangan ke rumah korban untuk membantu keluarga. Bersama-sama mereka kemudian memindahkan jasad korban dari area dapur menuju ruang tamu rumah.
Kapolsek Soromandi menjelaskan, hasil pemeriksaan awal di lokasi mengarah pada dugaan bunuh diri. Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan langkah-langkah prosedural guna memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Pihak keluarga korban diketahui menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuat dan ditandatangani keluarga.
Jenazah korban rencananya dimakamkan pada Senin 14 Juni 2026 di tempat pemakaman umum desa setempat dengan dihadiri keluarga dan masyarakat sekitar.
Pasca kejadian tersebut, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Soromandi dilaporkan tetap aman dan kondusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....