Dinkes Lombok Timur Waspadai Penyakit Menular di Masa Peralihan Musim

  • 15 Apr 2026 17:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Timur. Pada periode ini, potensi peningkatan kasus penyakit menular dapat terjadi muali dari Demam Berdarah Dengue (DBD), ISPA, diare, serta penyakit lainnya biasanya mengalami kenaikan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lombok Timur, Syahid Romdlan, mengungkapkan bahwa DBD menjadi prioritas utama dalam pengawasan selama masa peralihan musim. Meski demikian, ia menyebutkan bahwa kondisi di Lombok Timur saat ini masih relatif terkendali.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, masa peralihan seperti ini biasanya terjadi peningkatan kasus DBD. Namun alhamdulillah, di Lombok Timur saat ini masih dalam batas wajar dan tidak ada peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya Rabu, 15 April 2026.

Berdasarkan data Dinkes, jumlah kasus DBD pada awal tahun 2026 menunjukkan tren penurunan. Pada Januari tercatat 37 kasus, Februari 23 kasus, dan Maret menurun menjadi 13 kasus.

Meski kondisi masih terkendali, Dinkes tetap melakukan berbagai upaya pencegahan secara konkret. Salah satunya dengan memperkuat sistem surveilans di seluruh puskesmas.

Jika ditemukan indikasi atau sinyal peningkatan kasus, petugas diminta segera melakukan respons cepat. Selain itu, Dinkes juga menjalin koordinasi dengan Dinas Pendidikan serta Kementerian Agama untuk menyasar lingkungan sekolah.

Melalui surat edaran, seluruh sekolah tingkat SD dan SMP diimbau untuk menggalakkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M (menguras, menutup, dan mendaur ulang).

“Anak sekolah menjadi sasaran utama karena mereka cepat menerima dan menyebarkan informasi. Harapannya, perilaku hidup bersih yang diajarkan di sekolah bisa diterapkan di rumah dan mempengaruhi keluarga,” ucapnyanya.

Upaya promotif juga tetap dilakukan oleh petugas puskesmas dengan turun langsung di wilayah kerja masing-masing untuk memberikan edukasi kesehatan. Selain DBD, Dinkes juga mencatat penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit yang sering muncul, namun, jumlah kasusnya masih dalam kategori normal.

Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap penyakit menular dengan menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan, serta menggunakan masker di tempat keramaian sebagai langkah pencegahan.

“Walaupun tidak ada kasus virus tertentu seperti yang sempat ramai dibicarakan, upaya pencegahan tetap penting dilakukan demi menjaga kesehatan bersama,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....