Digitalisasi Puskesmas Mataram Perkuat Rekam Medis Nasional
- 07 Agt 2026 17:35 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram memastikan seluruh puskesmas telah menerapkan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan digital Kementerian Kesehatan.
"Melalui aplikasi tersebut, seluruh pelayanan kesehatan, mulai dari imunisasi, pemantauan gizi balita, layanan ibu hamil, kesehatan remaja hingga skrining penyakit, tercatat secara digital dan terintegrasi dengan platform SATUSEHAT sebagai sistem rekam medis nasional," kata Kepala Dinkes Kota Mataram, dr.H.Emirald Isfihan, Jumat 7 Agustus 2026.
Ia mengatakan penerapan ASIK menjadi langkah penting dalam mempercepat digitalisasi pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas. Selain digunakan di dalam fasilitas kesehatan, aplikasi itu juga dimanfaatkan tenaga kesehatan dan kader saat memberikan pelayanan di luar gedung, seperti kegiatan posyandu, kunjungan rumah, maupun pemeriksaan kesehatan di sekolah.
"Setiap layanan kesehatan masyarakat yang diberikan di puskesmas maupun di lapangan langsung diinput ke dalam aplikasi ASIK sehingga data pasien tersimpan secara terintegrasi," kata Emirald.
Menurut Emirald, kehadiran ASIK memberikan kemudahan bagi tenaga kesehatan dalam melakukan pencatatan imunisasi, pemantauan tumbuh kembang balita, skrining penyakit, hingga pelaporan yang terhubung secara nasional. Integrasi data tersebut sekaligus mendukung pengembangan aplikasi SATUSEHAT dan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
"Aplikasi ini memudahkan warga karena riwayat kesehatannya dapat diakses secara lebih cepat dan akurat ketika dibutuhkan," ujarnya menjelaskan.
Meski demikian, Dinkes mengakui pelaksanaan aplikasi masih menghadapi kendala teknis berupa gangguan jaringan yang sesekali menyebabkan sistem mengalami error. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak menghambat implementasi secara keseluruhan.
"Proses pelaksanaan aplikasi ASIK berjalan lancar. Kendalanya hanya ketika ada sistem error karena jaringan," kata Emirald.
Terkait aspek keamanan data, Emirald menegaskan Dinkes Kota Mataram tidak melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan aplikasi karena hal tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat. Fokus pemerintah daerah, lanjutnya, adalah memastikan seluruh rekam medis pasien diinput secara benar dan lengkap.
"Saat peluncuran aplikasi secara nasional sudah disampaikan bahwa sistem memiliki jaminan keamanan. Kami di daerah fokus pada penginputan rekam medis pasien agar layanan kesehatan semakin efektif dan terintegrasi," ujar Emirald.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....