Angkat Digitalisasi Tenun Sasak, Tim KIR MAN 1 Mataram Raih Juara 2 Nasional
- 07 Okt 2026 11:21 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Gagasan tentang pengembangan tenun Sasak berbasis digital mengantarkan Tim Regenera MAN 1 Mataram meraih Juara 2 Lomba Esai Counfest 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan Universitas Lampung.
Tim yang beranggotakan Amalina Zahratin dari kelas XI Soshum 1, Nisa Assyifa dan Khairunnisa Farzanah Zahidah dari XI Sainkes tersebut berhasil masuk lima besar finalis setelah bersaing dengan 55 tim dari berbagai sekolah dan madrasah di Indonesia.
Khairunnisa Farzanah Zahidah atau yang akrab disapa Ica mengatakan, persaingan dalam kompetisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus mereka hadapi. Kehadiran peserta dari sejumlah sekolah ternama membuat tim berupaya memaksimalkan setiap tahapan persiapan.
“Tantangannya adalah melihat pesaing dari berbagai sekolah ternama, sehingga tim kami harus mengoptimalkan setiap proses dan upaya yang dilakukan,” ungkapnya.
Dalam kompetisi tersebut, Tim Regenera mengangkat gagasan ATENA atau Akselerasi Tenun Nusantara. Gagasan itu berfokus pada pembangunan ekosistem digital untuk mendorong munculnya generasi penenun muda sekaligus memperkuat ekonomi kreatif berbasis tenun Sasak di Desa Sade.
Topik tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi ketiga anggota tim karena sebelumnya mereka belum banyak mengenal isu yang diangkat. Mereka harus mempelajari lebih jauh persoalan tenun, mengembangkan gagasan, sekaligus memahami potensi pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung keberlanjutan generasi penenun.
Proses persiapan kemudian tidak hanya berorientasi pada penyusunan esai. Kompetisi menjadi kesempatan bagi para siswa untuk memperluas pengetahuan mengenai ekonomi kreatif dan budaya lokal yang mereka angkat ke dalam karya.
Setelah melewati tahap penyisihan, Tim Regenera melaju ke babak final yang digelar 20 September 2026. Hasil perlombaan diumumkan 1 Oktober 2026 dengan menempatkan MAN 1 Mataram sebagai peraih Juara 2.
Bagi anggota tim, capaian tersebut menjadi pengalaman belajar yang tidak hanya diukur dari hasil akhir kompetisi. Mereka juga memperoleh pengalaman menghadapi persaingan, mengembangkan ide, serta mempelajari isu baru yang sebelumnya belum menjadi bagian dari pengetahuan mereka.
“Alhamdulillah, sangat menantang sekali. Semoga acara ini menjadi ruang belajar untuk tim kami ke depannya,” ungkap mereka.
Prestasi tersebut sekaligus menambah capaian MAN 1 Mataram di tingkat nasional. Namun bagi Tim Regenera, proses selama mengikuti kompetisi menjadi bagian penting karena mereka dapat menguji kemampuan sekaligus memperdalam pemahaman terhadap gagasan yang dikembangkan.
Kepala MAN 1 Mataram Drs. H. Lalu Syauki MS, M.Pd., memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai prestasi Tim Regenera telah membawa nama madrasah ke tingkat nasional.
Syauki juga mendorong para siswa untuk tidak berhenti pada pencapaian tersebut. Mereka diharapkan semakin serius belajar, mengembangkan kemampuan, dan menjadikan pengalaman kompetisi sebagai bekal menghadapi tantangan berikutnya.
Bagi Tim Regenera, perjalanan dalam Counfest 2026 menunjukkan bahwa gagasan tentang potensi budaya lokal dapat dikembangkan menjadi karya yang mampu bersaing di tingkat nasional. Tenun Sasak yang mereka angkat menjadi pintu masuk bagi para siswa untuk belajar mengenai budaya, ekonomi kreatif, teknologi, sekaligus pengembangan ide.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....