Unram Integrasikan Nilai Budaya Sasak dalam Pendidikan Hospitality Poltekpar

  • 18 Sep 2026 14:21 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Perkembangan industri pariwisata di Pulau Lombok tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang menguasai keterampilan teknis, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki karakter dan mampu membawa nilai kearifan lokal dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

Kondisi tersebut mendorong tim akademisi Universitas Mataram (Unram) melaksanakan program pengabdian kemitraan dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok. Program ini diarahkan untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya Sasak ke dalam proses pembelajaran, kurikulum, serta praktikum yang melibatkan mahasiswa dan dosen.

Program tersebut diketuai Boniesta Zulandha Melani, M.A., Ph.D., bersama tim yang terdiri atas Prof. Dr. I Wayan Karta, MS., Prof. Dr. Arifuddin, M.Pd., Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., serta mahasiswa Satria Rusdy Wijaya.

Melalui program ini, layanan hospitality yang selama ini cenderung seragam dan impersonal diarahkan menjadi pengalaman pelayanan yang lebih autentik, beretika, serta memiliki keterikatan dengan nilai-nilai budaya masyarakat Sasak.

Pendekatan yang digunakan memadukan experiential learning dengan konsep etnopedagogi. Dengan pendekatan tersebut, standar pelayanan pariwisata tidak hanya mengacu pada praktik internasional, tetapi juga memasukkan filosofi kehidupan masyarakat Sasak sebagai bagian dari pembentukan karakter calon tenaga profesional pariwisata.

Salah satu nilai yang ditekankan adalah ketuhanan atau keimanan yang tercermin dalam konsep tindih. Nilai tersebut diterapkan melalui sikap lomboq atau kejujuran, pacu atau kesungguhan, paut atau kesederhanaan, serta soloh yang mengandung nilai toleransi.

Selain itu, aspek kemanusiaan yang dikenal melalui nilai maliq/merang juga diterapkan dalam praktik pelayanan. Mahasiswa dan dosen diperkenalkan dengan penerapan saling ajinin atau saling menghargai, saling tembung yang diwujudkan melalui kebiasaan menegur dan menyapa dengan ramah, serta saling saduq atau berbaik sangka.

Nilai-nilai tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam simulasi pelayanan yang menyerupai kondisi nyata di industri hospitality. Mahasiswa dan dosen mempraktikkan penyambutan tamu dengan tata cara adat Sasak, termasuk penggunaan busana tradisional dan bahasa halus.

Praktik juga diperluas pada pengenalan filosofi kuliner lokal, salah satunya begibung. Tradisi makan bersama dari satu wadah besar tersebut diperkenalkan sebagai simbol kebersamaan dan kesetaraan yang dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata berbasis budaya.

Untuk memperkuat proses pembelajaran, program ini turut menghasilkan modul ajar interaktif, materi e-learning, media promosi digital, serta brosur visual. Produk tersebut dirancang agar pendidik dan mahasiswa dapat menyampaikan narasi mengenai wisata sejarah, kuliner, dan budaya lokal secara lebih efektif kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pengembangan program juga dikaitkan dengan kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), dengan merujuk pada parameter evaluasi Times Higher Education (THE) Impact Rankings.

Pada SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, program ini berkontribusi melalui peningkatan kapasitas pendidikan vokasi dan mutu pedagogi. Pengayaan kurikulum dengan karakter dan kearifan lokal dinilai dapat memperkuat relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja pariwisata.

Sementara pada SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, program diarahkan untuk menyiapkan lulusan pendidikan vokasi pariwisata yang memiliki daya saing global sekaligus karakter yang kuat. Hal tersebut diharapkan mendukung pertumbuhan pariwisata berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja berkualitas di NTB.

Kontribusi lainnya berkaitan dengan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya Target 11.4 mengenai pelestarian warisan budaya. Nilai dan warisan budaya Sasak didorong untuk terus diperkenalkan melalui praktik pariwisata yang edukatif dan inklusif.

Keberlanjutan program ditandai dengan terbitnya Surat Pernyataan Pemanfaatan Hasil Riset oleh Direktur Poltekpar Lombok, Dr. Ali Muhtasom. Hasil kegiatan tersebut juga telah dipublikasikan dalam artikel ilmiah pada Jurnal Darma Diksani FKIP Unram.

Model pendampingan yang dikembangkan Unram bersama Poltekpar Lombok selanjutnya diharapkan dapat menjadi rujukan bagi perguruan tinggi vokasi lainnya di Indonesia dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter lokal ke dalam pendidikan dan praktik layanan industri modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....