Mitigasi Dampak Gadget, Dosen Unram Rangsang Pelajar lewat Aktivitas Fisik
- 08 Sep 2026 14:02 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Di tengah gempuran era digital yang membuat anak-anak kian akrab dengan gawai dan rentan mengalami penurunan aktivitas fisik, civitas akademika Universitas Mataram (Unram) mengambil langkah taktis.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sepanjang bulan Agustus 2026, tim dosen Unram menggulirkan gerakan masif berbasis sekolah guna membangun ekosistem gaya hidup aktif sekaligus meletakkan fondasi pembinaan prestasi olahraga sejak dini.
Kegiatan kolaboratif ini menyasar dua titik utama, yakni SD Negeri 24 Mataram di Kota Mataram dan SD Negeri 1 Kakait di Kabupaten Lombok Barat. Pendekatan yang diusung dirancang terintegrasi: aktivitas fisik berbasis kelas disisipkan dalam kegiatan intrakurikuler, sementara pengenalan kembali permainan tradisional khas Nusa Tenggara Barat (NTB) dihadirkan secara atraktif melalui kegiatan kokurikuler.
Penggagas kegiatan PkM yang juga akademisi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram, Dr. Prayogi Dwina Angga, S.Or., M.Pd., menegaskan bahwa sekolah merupakan ruang strategis paling potensial untuk membudayakan gerak fisik anak.
"Anak-anak kita menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah. Ini adalah momentum emas untuk menanamkan perilaku hidup aktif guna menepis dampak buruk digitalisasi. Lebih dari itu, pembudayaan gerak yang masif di tingkat sekolah dasar adalah fondasi paling mutlak untuk melahirkan bibit-bibit atlet potensial dalam menunjang pembinaan prestasi olahraga jangka panjang," ujar Dr. Prayogi saat ditemui di Mataram Selasa, 8 September 2026.
Inisiatif ini bukan sekadar menjawab persoalan kebugaran jasmani pelajar semata, melainkan wujud nyata implementasi tridharma perguruan tinggi yang sejalan dengan visi besar pemerintah.
Program ini merefleksikan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, mendorong pemerataan kualitas pendidikan melalui konsep "Kampus Berdampak", serta mendongkrak prestasi olahraga nasional dari level akar rumput (grassroots).
Melalui sinergi erat bersama pihak sekolah, para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan unsur motorik kasar, kelincahan, dan nilai-nilai kearifan lokal.
Permainan tradisional khas NTB yang dikemas secara edukatif terbukti ampuh mengalihkan perhatian anak-anak dari layar gawai, sekaligus melatih interaksi sosial dan ketahanan fisik mereka secara natural.
Kehadiran program pengabdian ini diharapkan mampu menjadi pilot project berkelanjutan bagi sekolah-sekolah lain di NTB, menjadikan lingkungan pendidikan sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi muda yang sehat, bugar, berkarakter, dan siap berprestasi di kancah olahraga nasional maupun internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....