Dari Sabah ke Indonesia, Fera Menemukan Makna Tanah Air
- 07 Okt 2026 08:48 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Lahir dan besar di Sabah, Malaysia, tidak membuat Fera Rafisa kehilangan rasa ingin tahu terhadap tanah airnya. Sejak kecil, ia selalu bertanya-tanya seperti apa Indonesia, bagaimana rasanya belajar di negeri sendiri, dan bagaimana menjadi bagian dari negara yang selama ini lebih banyak dikenalnya melalui cerita.
Kesempatan untuk menjawab rasa ingin tahunya datang melalui Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), sebuah program yang memberikan kesempatan kepada anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri untuk melanjutkan pendidikan menengah di Indonesia. Berbagai tahapan dijalaninya, mulai dari tes minat dan bakat, keagamaan, literasi dan numerasi, hingga tes kesehatan.
"Saat itu saya merasa gugup dan khawatir. Saya bertanya kepada diri sendiri apakah saya mampu melewati semua tahapan dan menjadi salah satu yang terpilih," kenang Fera, Rabu 7 Oktober 2026.
Dengan tekad untuk memberikan yang terbaik, seluruh tahapan seleksi dijalani hingga akhirnya kabar yang dinanti datang. Fera dinyatakan lulus dan terpilih mengikuti Program ADEM. Untuk pertama kalinya, Fera meninggalkan Sabah, tempat ia lahir dan tumbuh, untuk datang ke Indonesia dan melanjutkan pendidikan di tanah air.
Ada kebahagiaan karena akan mengenal Indonesia lebih dekat, tetapi juga ada kesedihan karena harus meninggalkan keluarga, rumah, dan kehidupan yang selama ini telah akrab dengannya.
Fera menghadapi berbagai pengalaman baru. Lingkungan sekolah, cara belajar, kebiasaan sehari-hari hingga pola komunikasi dengan teman-teman terasa berbeda dari kehidupan yang dikenalnya di Sabah. Kerinduan kepada keluarga pun sempat dirasakan. Namun, perlahan Fera mulai belajar menyesuaikan diri, mengenal lingkungan, membangun pertemanan dan berani keluar dari zona nyaman.
Bagi Fera, Program ADEM akhirnya tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperoleh pendidikan di Indonesia. Program tersebut juga menjadi pintu untuk mengenal lebih dekat keberagaman, budaya, kehidupan masyarakat dan nilai-nilai kebangsaan.
"Di sini saya belajar tentang keberagaman, kemandirian dan tanggung jawab. Saya juga mendapatkan teman, pengalaman dan cerita baru," ujarnya.
Menurut Fera, menjadi anak Indonesia bukan hanya tentang tempat seseorang dilahirkan, tetapi juga tentang bagaimana mengenal, menghargai dan mencintai tanah air.
"Saya tidak tahu seperti apa akhir dari perjalanan ini. Tetapi saya tahu setiap langkah yang saya jalani hari ini akan menjadi bagian dari cerita hidup saya," katanya.
Fera berharap kesempatan melalui Program ADEM dapat menjadi awal untuk terus belajar, tumbuh dan meraih cita-cita. Ia juga ingin suatu saat nanti dapat memberikan sesuatu bagi Indonesia, tanah air yang kini semakin dikenalnya dan dicintainya.
"Ini bukan sekadar perjalanan dari Sabah menuju Indonesia. Ini adalah perjalanan saya untuk menemukan kembali bagian dari diri saya sebagai anak Indonesia," tuturnya.
Perjalanan Fera dari Sabah menuju Indonesia menjadi gambaran bahwa pendidikan tidak hanya membuka akses terhadap pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk memperkuat rasa kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....