Hadapi Era AI, SMPN 15 Mataram Tekankan Orisinalitas Berpikir Siswa
- 04 Okt 2026 15:45 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuat pola belajar siswa ikut berubah. Di tengah kemudahan memperoleh informasi, guru di SMP Negeri 15 Mataram memilih pendekatan edukatif dengan memberikan pemahaman mengenai batas dan penggunaan teknologi secara tepat.
Kepala SMP Negeri 15 Mataram, Sri Wahyu Indriani, mengatakan tantangan utama saat ini bukan sekadar membatasi penggunaan AI, melainkan memastikan siswa memahami fungsi teknologi tersebut. AI, menurutnya, dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran selama tidak mengambil alih proses berpikir.
"Yang menjadi tantangan kita adalah memberikan pemahaman kepada anak-anak. Teknologi itu ada ketentuannya dan ada batasnya, sehingga mereka harus tahu kapan bisa digunakan dan kapan teknologi dimanfaatkan untuk kebutuhan pengetahuan," terangnya, Minggu 4 Oktober 2026.
Ia menilai sebagian siswa cenderung menggunakan AI untuk memperoleh jawaban secara cepat ketika menghadapi tugas. Kebiasaan tersebut perlu diarahkan agar teknologi tidak membuat siswa kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya sendiri.
"Kadang anak-anak menggunakan AI karena ingin mencari jawaban lebih cepat. Di sinilah guru harus mengingatkan bahwa jawaban yang diharapkan adalah jawaban dari pemikiran mereka, dari apa yang sudah dijelaskan oleh guru," jelasnya.
Menurut Sri Wahyu, guru dapat memberikan tugas yang mendorong siswa menjelaskan kembali materi dengan bahasa dan pemahaman mereka sendiri. Pendekatan tersebut menjadi salah satu cara untuk melihat kemampuan siswa sekaligus menjaga orisinalitas hasil belajar.
Guru juga dituntut lebih jeli membaca jawaban siswa. Jika hasil pekerjaan menunjukkan pola yang tidak sesuai dengan kemampuan atau materi yang sebelumnya diberikan, guru dapat melakukan pendalaman melalui komunikasi langsung dengan siswa.
"Guru harus jeli. Ketika memberikan tugas, kami ingin anak-anak menggunakan pemikiran mereka sendiri dan menyusun jawaban berdasarkan materi yang sudah diberikan," tuturnya.
Pada saat yang sama, sekolah tidak menutup diri terhadap perkembangan AI. Sri Wahyu mengatakan guru juga perlu mempelajari teknologi tersebut agar dapat memahami cara pemanfaatannya dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, kemampuan guru menggunakan teknologi menjadi penting karena perkembangan AI tidak dapat dihindari. Guru perlu memiliki pengetahuan yang cukup agar dapat memberikan arahan kepada siswa, bukan hanya melarang penggunaan teknologi.
"Guru juga harus belajar terus. Dengan perkembangan teknologi seperti sekarang, tidak menutup kemungkinan guru perlu mengetahui bagaimana memanfaatkan AI untuk pembelajaran dan menambah wawasan," ujarnya.
Namun, pemanfaatan AI tetap perlu ditempatkan sebagai pelengkap. Sri Wahyu menilai kompetensi guru dan interaksi langsung dalam proses pembelajaran tetap diperlukan untuk membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam.
Ia mengatakan siswa tidak bisa sepenuhnya mengandalkan AI untuk memahami seluruh materi pelajaran. Ada penjelasan, konteks dan pendalaman tertentu yang tetap membutuhkan peran guru.
"Bagaimanapun juga, ilmu yang diberikan Bapak dan Ibu Guru tidak semuanya bisa didapatkan secara detail dari AI. Tetap guru yang menguatkan materi-materi yang diterima anak-anak," tuturnya.
Pendekatan tersebut juga diterapkan dalam penggunaan perangkat digital di sekolah. SMP Negeri 15 Mataram membatasi penggunaan telepon seluler dalam kegiatan sekolah, tetapi memberikan ruang ketika perangkat tersebut memang diperlukan untuk kegiatan pembelajaran atau asesmen dengan pengawasan.
Bagi Sri Wahyu, pembatasan tersebut bukan berarti siswa harus dijauhkan dari teknologi. Sebaliknya, siswa perlu dibiasakan memahami kapan teknologi dapat dimanfaatkan dan kapan harus mengandalkan kemampuan berpikir sendiri.
"Yang kami lakukan adalah berusaha agar anak-anak memanfaatkan teknologi dengan bijak. Bukan berarti tidak boleh menggunakan AI, tetapi harus tahu kapan dan untuk apa teknologi itu digunakan," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....