UIN Mataram Bekali Mahasiswa Kemampuan Hadapi Krisis Psikologis

  • 08 Sep 2026 19:48 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Persoalan yang dihadapi mahasiswa tidak selalu membutuhkan jawaban cepat. Dalam banyak situasi, kehadiran seseorang yang mau mendengarkan tanpa menghakimi justru menjadi langkah awal untuk membantu mengurai masalah.

Pesan tersebut disampaikan Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., saat membuka Pelatihan Peer Counseling Mahasiswa yang digelar Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram, Selasa 8 September 2026.

Pelatihan bertema “Kemampuan Psychological First Aid (PFA) untuk Mengatasi Krisis pada Mahasiswa” itu diikuti 60 peserta yang terdiri atas unsur Dewan Mahasiswa, perwakilan 26 program studi, focal point gender, serta tim LP2M UIN Mataram.

Dalam sambutannya, Prof. Masnun menggambarkan persoalan mahasiswa seperti benang yang kusut. Menurutnya, meski terlihat rumit dan saling berkaitan, setiap persoalan tetap memiliki jalan keluar apabila dihadapi dengan kesabaran dan pendampingan yang tepat.

“Kita tahu kadang benang itu kusut, tetapi kita tahu di mana ujungnya,” ujarnya.

Ia menekankan, membantu teman yang sedang menghadapi persoalan tidak selalu berarti memberikan solusi. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah hadir, mendengarkan secara aktif, memahami situasi, dan memastikan orang tersebut tidak merasa sendirian.

“Kadang kita tidak perlu langsung memberikan solusi. Yang dibutuhkan adalah hadir, mendengarkan, dan memastikan bahwa teman kita tidak merasa sendirian menghadapi masalahnya,” katanya.

Menurut Prof. Masnun, kedekatan antarmahasiswa menempatkan teman sebaya pada posisi strategis untuk mengenali lebih awal perubahan perilaku, tekanan emosional, maupun persoalan yang tengah dihadapi rekannya.

Karena itu, UIN Mataram mendorong terbentuknya jejaring konselor sebaya yang tidak hanya memiliki kepedulian, tetapi juga dibekali kemampuan untuk memberikan dukungan psikologis awal secara tepat.

Kepala PSGA LP2M UIN Mataram, Dr. Erma Suriani, S.Ag., M.S.I., mengatakan pelatihan tersebut diarahkan untuk mendorong mahasiswa mengambil peran sebagai konselor sebaya di lingkungan kampus.

“Pelatihan ini dihajatkan untuk mengajak mahasiswa menjadi konselor sebaya bagi kawannya sendiri. Mahasiswa diharapkan mampu hadir sebagai teman yang peduli, menjadi pendengar yang baik, dan memberikan dukungan awal ketika temannya menghadapi masalah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua LP2M UIN Mataram, Prof. Dr. H. Kadri, M.Si., menilai keberadaan konselor sebaya dapat memperkuat sistem dukungan sosial antarmahasiswa. Kemampuan tersebut juga menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki kepekaan sosial dan empati.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai prinsip dasar peer counseling dan Psychological First Aid, keterampilan mendengarkan aktif, komunikasi empatik, pengenalan kondisi krisis, hingga cara memberikan dukungan psikologis awal.

Peserta juga dibekali pemahaman mengenai batas kewenangan konselor sebaya. Mereka tidak diposisikan sebagai pengganti tenaga profesional, melainkan sebagai pihak yang dapat memberikan dukungan awal sekaligus membantu mengarahkan mahasiswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kepada tenaga profesional atau lembaga layanan yang sesuai.

Keterlibatan perwakilan dari 26 program studi diharapkan memperluas jangkauan jejaring konselor sebaya di lingkungan UIN Mataram. Para peserta nantinya diharapkan menjadi penggerak budaya saling peduli, menjaga, dan menguatkan di lingkungan masing-masing.

Bagi UIN Mataram, penguatan peer counseling tidak berhenti pada kemampuan menghadapi krisis, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, responsif, dan peduli terhadap kondisi mahasiswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....