Distribusi Guru Lombok Barat Masih Jadi Tantangan Pendidikan

  • 01 Okt 2026 16:54 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Peringatan Hari Guru Sedunia di Lombok Barat menjadi momen penting untuk mengevaluasi kualitas, pemerataan penempatan, dan tantangan profesionalisme tenaga pendidik.
  • Guru dituntut untuk terus memperbarui kompetensinya mengikuti perubahan pola pembelajaran dan percepatan digitalisasi pendidikan agar dapat memenuhi kebutuhan peserta didik.
  • Kepala Dikbud Lombok Barat menekankan bahwa peran guru melampaui sekadar menjalankan proses belajar mengajar, tetapi membentuk generasi yang memiliki kemampuan dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Peringatan Hari Guru Sedunia menjadi momentum untuk kembali menyoroti kualitas, pemerataan penempatan, hingga tantangan profesionalisme tenaga pendidik di Kabupaten Lombok Barat. Di tengah perubahan pola pembelajaran dan percepatan digitalisasi pendidikan, guru dituntut terus memperbarui kompetensinya agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Barat, H. Lalu Najamuddin, ST., MM., menegaskan bahwa posisi guru tidak sebatas menjalankan proses belajar mengajar. Peran utama pendidik adalah membentuk generasi yang memiliki kemampuan dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.

“Guru memang memiliki tugas besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, guru sekarang harus profesional dan terus meningkatkan kapasitasnya,” ujarnya, Kamis 1 Oktober 2026.

Menurut Najamuddin, peningkatan kompetensi pendidik menjadi salah satu perhatian pemerintah melalui berbagai program pengembangan kapasitas. Materi pembelajaran terus mengalami perubahan, termasuk penerapan konsep pembelajaran mendalam dan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pendidikan.

Ia mengatakan perkembangan tersebut membuat guru tidak bisa berhenti pada pola pembelajaran konvensional. Penguasaan teknologi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), mulai menjadi bagian dari tantangan baru yang harus diikuti tenaga pendidik.

“Sekarang sudah ada pembelajaran mendalam dan digitalisasi. Perkembangan seperti ini membuat kompetensi guru harus terus ditingkatkan,” katanya.

Selain peningkatan kualitas, persoalan distribusi guru juga masih menjadi pekerjaan yang perlu ditangani secara bertahap. Najamuddin mengakui Lombok Barat masih menghadapi kekurangan guru di sejumlah satuan pendidikan.

Kondisi tersebut membuat penataan dan pendistribusian tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat layanan pendidikan. Pemerintah daerah terus mencari pola agar kebutuhan guru di wilayah perkotaan maupun daerah yang jauh dari pusat pemerintahan dapat terpenuhi secara lebih proporsional.

“Kita akui masih ada beberapa sekolah yang kekurangan guru. Karena itu, strategi pendistribusian terus kita upayakan meskipun belum seluruh kebutuhan bisa terpenuhi,” ucapnya.

Salah satu pendekatan yang didorong adalah menempatkan guru sedekat mungkin dengan wilayah tempat tinggalnya. Langkah tersebut dinilai dapat membantu efisiensi sekaligus mengurangi beban perjalanan guru menuju sekolah yang lokasinya jauh.

Najamuddin mencontohkan guru yang berdomisili di Sekotong sebisa mungkin diarahkan mengajar di satuan pendidikan yang berada di wilayah tersebut. Pola serupa diharapkan dapat diterapkan di wilayah lain sesuai kebutuhan sekolah.

“Kalau ada guru yang tinggal di Sekotong, kita upayakan satuan pendidikannya berada di sana. Jangan sampai guru yang tinggal di Gunungsari justru ditempatkan terlalu jauh ke Sekotong,” katanya.

Di sisi lain, Dikbud Lombok Barat juga menjalankan sejumlah pelatihan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik. Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan kepada guru di wilayah perkotaan, tetapi juga mereka yang bertugas di kawasan yang memiliki tantangan geografis.

Assessment terhadap kemampuan guru juga dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kompetensi tenaga pendidik. Hasilnya dapat menjadi salah satu pijakan dalam menentukan kebutuhan pengembangan kapasitas serta pola pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan pendidikan.

Najamuddin menegaskan pemerataan kualitas tidak boleh hanya berfokus pada sekolah yang berada di wilayah perkotaan. Guru yang bertugas di kawasan terpencil juga harus mendapatkan kesempatan pengembangan kompetensi yang sama.

“Pelatihan terus kita lakukan, termasuk assessment untuk mengetahui kemampuan guru. Dari sana kita bisa melihat kebutuhan pengembangan dan menyesuaikan pola pembelajaran dengan perkembangan zaman,” tegasnya.

Tantangan pendidikan ke depan, kata dia, semakin kompleks seiring masuknya digitalisasi ke lingkungan sekolah. Guru dituntut mampu memahami perangkat dan metode baru agar teknologi tidak sekadar menjadi fasilitas, tetapi benar-benar mendukung proses pembelajaran.

Upaya peningkatan profesionalisme tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi kebutuhan generasi mendatang. Pemerataan tenaga pendidik dan peningkatan kapasitas guru dinilai harus berjalan beriringan agar kualitas layanan pendidikan tidak ditentukan oleh lokasi sekolah.

“Guru harus mampu mengejar perkembangan zaman. Digitalisasi sekolah dan penggunaan AI dalam pembelajaran sudah berkembang, sehingga kemampuan guru juga harus terus disesuaikan,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....