Unram Hadirkan Pusat Sumber Belajar Digital bagi Sekolah Dasar di Suntalangu
- 18 Sep 2026 14:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Keterbatasan fasilitas sekolah masih menjadi salah satu tantangan dalam menghadirkan pembelajaran yang interaktif dan berkualitas, terutama di wilayah perdesaan. Kondisi tersebut salah satunya dihadapi SDN 4 Suntalangu, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, yang melayani 150 peserta didik tanpa dukungan ruang perpustakaan maupun laboratorium.
Keterbatasan fasilitas fisik tersebut juga diikuti dengan belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital oleh pendidik dalam proses pembelajaran. Kondisi ini mendorong tim akademisi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (Unram) menghadirkan solusi berbasis teknologi.
Melalui Kelompok Bidang Ilmu Pendidikan Matematika dan Terapan, tim Unram mengimplementasikan Pusat Sumber Belajar (PSB) Matematika berbasis website bagi guru di Gugus Suntalangu. Program pengabdian kemitraan tersebut didanai melalui DIPA BLU Unram.
Program dipimpin Junaidi, S.Pd., M.Pd., bersama Dra. Sripatmi, M.Si., Dr. Amrullah, S.Si., M.Si., Dr. Muhammad Turmuzi, S.Pd., M.Pd., Dr. Laila Hayati, S.Pd., serta mahasiswa Muhamad Hendi.
Platform PSB Matematika dirancang sebagai pusat sumber belajar digital yang dapat dimanfaatkan guru maupun siswa. Di dalamnya tersedia berbagai materi pembelajaran, mulai dari simulasi visual matematika seperti geometri dan aljabar, video pembelajaran, modul belajar mandiri, hingga latihan soal yang dikemas dengan unsur gamifikasi.
Kehadiran platform tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas fisik. Guru dan siswa dapat mengakses sumber belajar secara lebih fleksibel tanpa sepenuhnya bergantung pada keberadaan ruang perpustakaan atau laboratorium di sekolah.
Sebelum diterapkan, tim Unram melakukan survei dan analisis kebutuhan untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan pembelajaran di Gugus Suntalangu. Hasil analisis tersebut kemudian menjadi dasar dalam perancangan prototipe website dan penyusunan materi yang sesuai dengan kebutuhan guru serta siswa.
Tahap berikutnya dilanjutkan dengan pelatihan teknis bagi 20 guru kelas dari sejumlah sekolah di Gugus Suntalangu. Para guru mendapatkan pendampingan dalam merancang rencana pembelajaran berbasis digital dan memanfaatkan berbagai fitur interaktif yang tersedia dalam website.
Guru juga diarahkan untuk mengimplementasikan penggunaan platform dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Respons siswa terhadap penggunaan media tersebut kemudian menjadi bagian dari proses evaluasi untuk melihat penerapan sumber belajar digital dalam pembelajaran matematika.
Agar pemanfaatan platform tidak berhenti setelah program pendampingan selesai, tim Unram turut memfasilitasi pembentukan jejaring Kelompok Kerja Guru (KKG) di Gugus Suntalangu. Wadah tersebut diarahkan menjadi ruang bagi guru untuk berbagi materi, inovasi, serta praktik baik pembelajaran digital secara berkelanjutan.
Program ini juga dikaitkan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satunya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan sumber belajar digital untuk membantu meningkatkan mutu pembelajaran, pemahaman konsep matematika, dan literasi digital siswa di wilayah perdesaan.
Kontribusi lainnya berkaitan dengan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan platform web interaktif dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan dasar. Inovasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur digital yang lebih adaptif bagi sekolah di wilayah perdesaan.
Sementara SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan diwujudkan melalui upaya memperluas akses terhadap media pembelajaran digital bagi sekolah-sekolah di kawasan perdesaan, termasuk wilayah di lereng Gunung Rinjani. Akses tersebut diarahkan untuk membantu mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antara sekolah di wilayah perkotaan dan daerah pelosok.
Pemanfaatan platform tersebut juga mendapat pengakuan dari mitra melalui penandatanganan Surat Pernyataan Pemanfaatan Karya Dosen oleh Ketua Gugus Suntalangu, Hj. Hidayatul Laely, S.Pd.SD.
Selain digunakan di lingkungan sekolah mitra, karya inovasi dan hasil pendampingan tersebut telah diterima untuk dipresentasikan dalam Seminar Nasional PEPADU 2025. Hasilnya juga diarahkan untuk dipublikasikan pada jurnal nasional ber-ISSN sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi pendidikan bagi sekolah di wilayah lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....