Unram Latih Kader Posyandu Olah Kelor dan Ikan Tongkol untuk PMT di Kebon Ayu

  • 18 Sep 2026 14:12 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi salah satu upaya yang dikembangkan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya balita dan ibu hamil. Di Desa Kebon Ayu, Kabupaten Lombok Barat, Universitas Mataram (Unram) menghadirkan program edukasi dan pendampingan pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan dasar daun kelor dan ikan tongkol.

Program tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap persoalan tengkes atau stunting serta risiko kekurangan gizi yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di wilayah perdesaan Nusa Tenggara Barat. Keterbatasan variasi pangan olahan bergizi dan pemahaman mengenai formulasi PMT menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan kegiatan.

Tim akademisi dari Kelompok Peneliti Bidang Ilmu Gizi dan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unram, merancang intervensi dengan memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Kegiatan dipimpin Drs. I Made Sudarma, M.Sc., bersama Prof. Dr. dr. H. Hamsu Kadriyan, Sp.THT-KL., dr. Arfi Syamsun, Sp.KF., dr. Ika Primayani, M.Integ.Med., serta mahasiswa pendamping.

Melalui pelatihan tersebut, kader Posyandu dan ibu rumah tangga mendapatkan pengetahuan sekaligus keterampilan dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi menu PMT. Daun kelor dan ikan tongkol dipilih sebagai bahan utama karena memiliki kandungan gizi yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi.

Tim Unram memadukan protein hewani dari ikan tongkol dengan kandungan zat besi, kalsium, dan vitamin yang terdapat pada daun kelor. Formulasi tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan gizi balita pada masa pertumbuhan sekaligus membantu memenuhi asupan yang dibutuhkan ibu hamil.

Kader Posyandu menjadi salah satu sasaran utama dalam kegiatan tersebut karena memiliki peran penting dalam edukasi gizi di tingkat desa. Mereka mendapatkan pelatihan mengenai pengolahan makanan secara higienis serta cara mempertahankan kandungan gizi bahan pangan selama proses memasak.

Pelatihan juga memperkenalkan sejumlah variasi menu agar pangan bergizi lebih mudah diterima anak-anak. Beberapa olahan yang diperkenalkan antara lain nugget, biskuit, serta sup berbahan kelor dan ikan.

Tidak hanya berfokus pada keterampilan memasak, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi seimbang dan pola asuh gizi yang tepat. Warga juga didorong memanfaatkan sumber pangan yang tersedia di sekitar tempat tinggal.

Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya nutrisi seimbang, pola asuh gizi, serta pemanfaatan bahan pangan lokal. Masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan pekarangan rumah dan hasil laut setempat sebagai sumber pangan keluarga.

Program ini turut dikaitkan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pada SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, pemanfaatan bahan pangan lokal untuk PMT diarahkan untuk membantu memenuhi akses terhadap pangan yang bergizi, aman, dan cukup bagi balita serta ibu hamil.

Kontribusi berikutnya berkaitan dengan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan stunting dan perbaikan gizi sejak usia dini. Pemenuhan gizi yang baik diharapkan mendukung tumbuh kembang fisik dan kognitif anak serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Sementara itu, pemanfaatan daun kelor dan ikan hasil tangkapan lokal juga dikaitkan dengan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pendekatan tersebut mendorong pemanfaatan sumber pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat sebagai bagian dari pola konsumsi pangan lokal.

Program tersebut mendapat sambutan dari pemerintah desa dan Puskesmas setempat. Keduanya berkomitmen mengadopsi resep olahan kelor dan ikan tongkol ke dalam pelaksanaan PMT berkala di Posyandu Desa Kebon Ayu.

Sebagai tindak lanjut, tim Unram merencanakan perluasan pendampingan melalui penyusunan modul resep berbasis pangan lokal untuk desa binaan lainnya di Kabupaten Lombok Barat. Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperluas pemanfaatan pangan lokal dalam pemenuhan gizi masyarakat dan mendukung upaya penurunan stunting di Nusa Tenggara Barat

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....