Lombok Timur Perkuat Tata Kelola Dana Revitalisasi Satuan Pendidikan

  • 21 Sep 2026 18:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur menggelar Silaturahmi dan Koordinasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya memperkuat tata kelola dan pengawasan dana revitalisasi. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur, Senin, 21 September 2016 dihadiri sejumlah pimpinan OPD terkait, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Satuan Pendidikan PAUD, SD, dan SMP, Kepala UPTD se-Kecamatan Selong, serta perwakilan Dewan Pendidikan Kabupaten Lombok Timur.

Membuka kegiatan, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengingatkan bahwa program revitalisasi merupakan program yang relatif baru, khususnya bagi para kepala sekolah. Karena itu, pemerintah daerah berkewajiban melakukan pengawasan dan memastikan perencanaan serta pengelolaan anggaran berjalan transparan dan akuntabel.

“Ini adalah program baru bagi rekan-rekan kepala sekolah khususnya. Maka silaturahmi ini agar kita saling mengingatkan. Karena jika terjadi masalah pada kepala sekolah, bagaimana nasib anak didik kita. Ini yang tidak kita inginkan,” ucapnya.

Bupati menekankan tiga pilar penting dalam pengelolaan anggaran revitalisasi, yakni keterbukaan sesuai ketentuan, akuntabilitas, serta kehati-hatian. Ia meminta seluruh pihak tidak menutup-nutupi informasi terkait penggunaan anggaran dari pihak yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan.

“Jangan takut mengelola anggaran, tetapi kehati-hatian harus ada. Kelola anggaran dengan jujur, sesuai aturan, catat setiap transaksi dan simpan buktinya. Jangan asal tanda tangan sesuatu yang tidak dipahami,” katanya.

Ia juga mengingatkan para kepala sekolah dan pihak terkait agar tidak bermain-main dengan dana negara karena setiap penggunaan anggaran akan terus dipantau. Pengawasan juga diharapkan dilakukan secara bersama-sama hingga ke tingkat satuan pendidikan.

“Jangan bermain-main dengan uang negara karena ini akan terus dipantau. Kepada para Kanit saya harapkan ikut mengawasi, sehingga program ini benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah dan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Bupati, keberhasilan program revitalisasi tidak hanya diukur dari terbangunnya fasilitas pendidikan yang lebih baik, tetapi juga dari dampaknya terhadap kualitas generasi yang dihasilkan. “Kewajiban kita bersama untuk mencetak generasi yang cerdas, baik akhlaknya dan bermoral. Jadi jangan sampai revitalisasi hanya menghasilkan bangunan yang bagus, tetapi tidak diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan,” ucapnya.

Pada tahun anggaran 2026, sebanyak 214 satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Timur mendapatkan alokasi program revitalisasi dari pemerintah pusat. Jumlah tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencakup 60 satuan pendidikan.

Bupati menyebut bertambahnya alokasi tersebut merupakan hasil dari ikhtiar dan komunikasi yang terus dibangun Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dengan DPR RI dan kementerian di tingkat pusat. Komunikasi tersebut juga membuka peluang terealisasinya sejumlah program pembangunan lainnya, termasuk proyek pembangunan jalan senilai Rp250 miliar.

“Ini adalah ikhtiar kita bersama. Karena itu jangan lemah dan jangan patah semangat. Kita harus terus membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait agar semakin banyak program yang bisa dibawa untuk kepentingan masyarakat Lombok Timur,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur M. Nurul Wathoni mengatakan pihaknya terus mengawal pelaksanaan program revitalisasi sesuai amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. “Program revitalisasi ini harus kita kawal bersama. Bukan hanya Dinas Pendidikan, tetapi juga kepala sekolah, komite, konsultan dan seluruh pihak yang terlibat harus memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing,” ujar Nurul Wathoni.

Menurutnya, masuknya program revitalisasi dalam jumlah besar ke Lombok Timur merupakan berkah sekaligus tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Lombok Timur menjadi kabupaten dengan penambahan jumlah satuan pendidikan penerima revitalisasi terbesar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

“Revitalisasi ini tidak hanya menyentuh lembaga pendidikan negeri, tetapi juga lembaga pendidikan swasta. Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memperbaiki kualitas satuan pendidikan secara lebih merata,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan koordinasi tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas satuan pendidikan dalam mengelola dana revitalisasi. Dalam pelaksanaannya, sekolah juga dibantu komite dan konsultan yang ditunjuk oleh satuan pendidikan.

“Kita ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan. Karena itu, penguatan dan koordinasi seperti ini penting agar kepala satuan pendidikan tidak berjalan sendiri dalam mengelola program revitalisasi,” jelasnya.

Selain program yang bersumber dari pemerintah pusat dan daerah, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga melaksanakan revitalisasi terhadap 12 satuan pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerjasama dengan lembaga filantropi Happy Hearts Indonesia dan Pemerintah Australia secara bertahap.

“Saat ini dari 12 satuan pendidikan yang menjadi sasaran kerja sama tersebut, sudah enam yang terealisasi. Salah satunya berada di Montong Ba’an Selatan. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di Lombok Timur,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....