Penempatan-Pelayanan Posko Pembelajaran Mitigasi Gempa Lombok Juli 2018 (2)
- 30 Sep 2026 16:49 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Koordinator Pos Kesehatan Oxy Cahyo Wahyuni mengungkapkan, faktor penyebab sesak nafas antara lain kedinginan, kehausan hingga kelelahan. Sehingga dalam kondisi tersebut seseorang harus segera mendapatkan pertolongan pertama berupa perawat intensif dari dokter dan perawat.
Untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan terhadap pasien, Pos Kesehatan Sembalun telah mendirikan tenda darurat lengkap dengan tiang infus di dalam tenda. Khusus bagi pasien yang menginap, disediakan tempat tidur darurat berstandar nasional.
Pasien pendaki juga tergabung ke dalam warga yang mengalami gangguan kesehatan sejak peristiwa gempa melanda.
Selanjutnya untuk keberlanjutan pelayanan, posko terintegrasi dengan dapur umum yang didirikan Tagana. Lokasinya, di sebelah kantor camat. Petugas tetap berupaya menyediakan sejumlah obat yang dapat segera dikonsumsi pasien untuk mencapai kondisi normal.
Situasi pos kesehatan di Sembalun, selama tiga hari, diwarnai proses persalinan sembilan orang ibu di tenda pengungsian. Seluruhnya mendapat pertolongan petugas kesehatan dan segera kembali ke rumah keluarga demi menjaga kesehatan bayi.
Tenda pengungsi korban gempa di Kecamatan Sembalun dan Sambalia, Lombok Timur nyatanya tidak hanya diisi lanjut usia, melainkan ikut menampung anak-anak.
Pelayanan kesehatan di halaman kantor camat sembalun fokus melayani warga di enam desa yakni, Sembalun Bumbung, Sembalun Lawang, Timba Gading, Sembalun, Sajang, dan Bile Petung.
Keberadaan posko posko kesehatan di Lombok Timur sedianya membantu keberadaan pusat pusat pelayanan kesehatan yang belum maksimal berfungsi akibat gempa. Posko terbagi di dua kecamatan yakni di Sembelia dan Sembalun. Di Sembelia terdapat Posko Malempo, Medas, Mentareng, dan Obel-Obel. Sementara di Sembalun terdapat Posko Sembalun Bumbung, Sembalun Lawang, Timba Gading, Sembalun, Sajang, dan Bile Petung. Dan hingga hari ketiga, di Tengah banyaknya peristiwa gempa susulan, posko telah melayani kebutuhan pengungsi sekitar 17.453 jiwa. Selanjutnya di Lombok Utara, posko didirikan di Sambi Elen, Batu Gerantang, dan Karang Bajo yang diperkirakan tengah menampung sekitar 2.478 orang warga.
Di tengah berkembangnya media massa alternatif seperti media sosial sebagai bahan dasar informasi para komunitas, peran yang sama dilakukan oleh radio. Situasi dan peran tersebut, dapat tergambar dalam situasi bencana yang terjadi di Lombok Utara 2018.
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Yusran Saudi mengatakan, kecepatan radio dalam mengabarkan kondisi warga terbukti pada upaya RRI pada masa tanggap darurat di Lombok Utara setelah gempa melanda Lombok Utara, 29 Juli dan 5 Agustus 2018.
Siaran yang mengudara dari Tanjung, yaitu tukar-menukar informasi dari posko ke posko, relawan, Basarnas.
Delapan tahun sudah berlalu, cukup banyak rumah warga yang dulunya rusak, sekarang sudah terperbaiki seiring bantuan perbaikan. Tapi Permasalahan trauma pada penyintas gempa menjadi konsentrasi tersendiri untuk ditanggulangi di posko pengungsian oleh pemangku kebijakan. Tujuan dari perhatian itu untuk mencegah trauma berkepanjangan pada penyintas.
dr. Oxy, di dialog Kentongan RRI Mataram, 21Juli 2028, mengatakan, lima jam setelah gempa mengguncang Lombok Timur dan sekitarnya, tim RSUP NTB sudah ada di Lokasi, di Rumah Sakit Lapangan, halaman Kantor Camat Sembalun.
Menurut Oxy, gempa Lombok 2018, termasuk gempa yang destruktif. Menimbulkan trauma mendalam bagi siapa pun yang terdampak. Masalahnya, trauma fisik boleh cepat pulih, tapi psikis bisa mempengaruhi produktivitas.
Di Tengah fasilitas yang terbatas, sumber daya air bersih yang minim, otomatis mempersulit proses pemulihan. Belum lagi tenda pengungsian yang padat, memerlukan pakaian dan alat mandi.
Berkaca dari itu, rumah sakit harus memiliki konsep mitigasi bencana. Bukan hanya Ketika gempa, namun, pasien yang membludak sementara resources yang ada terbatas.
RS Mandalika dekat dengan Sirkuit Mandalika. Hampir setiap pekan selalu ada balapan. Rumah Sakit harus mempersiapkan kegawatdaruratan plus skill personal harus bagus seperti dokter, driver, dan ambulance.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....