Kepala SMKPPN Mataram: Sertifikat Kompetensi Buka Peluang Kerja ke Luar Negeri

  • 18 Sep 2026 19:43 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Sertifikat kompetensi menjadi salah satu bekal penting bagi tenaga kerja yang akan ditempatkan di luar negeri. Hal ini menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program SMK Go Global yang digelar SMKPP Negeri Mataram bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Barat.

Kepala SMKPP Negeri Mataram, Sugiarta, S.Pi., M.Pd., M.Si., mengatakan sertifikat kompetensi tidak hanya menunjukkan kemampuan peserta dalam bidang pekerjaan tertentu, tetapi juga menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi calon tenaga kerja sebelum ditempatkan sesuai bidang pekerjaannya.

"Jadi sertifikat itu menjadi salah satu persyaratan bagi tenaga kerja yang akan ditempatkan di luar negeri sesuai bidang pekerjaan yang akan dijalankan. Dalam program ini, kompetensi yang disiapkan adalah pengelolaan tanaman kelapa sawit atau plantation worker," jelasnya, Jumat 18 September 2026.

Menurutnya, pemberian pembekalan melalui pelatihan dan sertifikasi menjadi penting karena calon tenaga kerja perlu memiliki kemampuan yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dijalankan. Dengan demikian, peserta tidak hanya mengetahui peluang pekerjaan yang tersedia, tetapi juga telah mendapatkan keterampilan yang relevan sebelum memasuki lingkungan kerja.

Sugiarta menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari SMK Go Global yang diarahkan untuk membuka kesempatan lebih luas bagi lulusan pendidikan vokasi dalam memperoleh peluang kerja, termasuk pekerjaan di luar negeri. Menurutnya, pendidikan vokasi perlu terus menyesuaikan kompetensi yang diberikan dengan kebutuhan dunia kerja.

"Program ini sangat kami dukung karena pemerintah turut hadir dalam menyiapkan peluang pekerjaan di luar negeri. Dengan dukungan pemerintah, beban masyarakat menjadi lebih ringan, terutama karena sertifikasi menjadi persyaratan bagi tenaga kerja yang akan ditempatkan," ujarnya.

Dukungan pemerintah tersebut juga dirasakan peserta melalui pembiayaan berbagai kebutuhan selama mengikuti program. Peserta mendapatkan alat pelindung diri, tas, penginapan, makan, transportasi hingga uang saku selama mengikuti pelatihan.

Selain itu, pembiayaan juga mencakup kebutuhan bahan praktik, tenaga pengajar, asesor hingga proses sertifikasi kompetensi. Menurut Sugiarta, dukungan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengikuti pembekalan tanpa harus menanggung sendiri seluruh biaya yang dibutuhkan.

"Jadi masyarakat tidak dibebani dengan biaya pelatihan maupun sertifikasi. Pemerintah hadir untuk membantu menyiapkan kompetensi mereka, termasuk kebutuhan selama mengikuti pelatihan dan proses sertifikasi," jelasnya.

Dalam pelaksanaan program tersebut, peserta mendapatkan pembekalan untuk kompetensi pengelolaan tanaman kelapa sawit. Materi pelatihan kemudian dilanjutkan dengan proses uji sertifikasi kompetensi sebagai bagian dari pembuktian kemampuan peserta.

Sugiarta menilai pola tersebut penting diterapkan dalam pendidikan vokasi karena keterampilan yang dimiliki peserta perlu memiliki pengakuan kompetensi. Terlebih, sertifikasi menjadi bagian dari persyaratan ketika tenaga kerja akan melanjutkan ke proses penempatan.

Menurutnya, peluang kerja luar negeri dapat menjadi salah satu pilihan bagi lulusan sekolah kejuruan sepanjang kompetensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Karena itu, program seperti SMK Go Global dinilai dapat menjadi jembatan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan tenaga kerja.

"Harapan kami kegiatan ini bisa dilanjutkan pada angkatan berikutnya dan dikembangkan sesuai kebutuhan tenaga kerja di luar negeri, terutama yang berkaitan dengan sektor pertanian dan agribisnis," kata Sugiarta.

Ia berharap pengalaman pelaksanaan program Plantation Worker dapat menjadi dasar untuk mengembangkan kerja sama pada bidang pekerjaan lainnya. Pengembangan tersebut diharapkan tetap memperhatikan kebutuhan tenaga kerja sehingga pelatihan yang diberikan memiliki keterkaitan langsung dengan peluang pekerjaan yang tersedia.

Sugiarta mengatakan SMKPP Negeri Mataram juga terbuka untuk melanjutkan kolaborasi dengan BP3MI NTB dalam menyiapkan tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan. Menurutnya, kerja sama antara lembaga pendidikan dan pemerintah diperlukan agar lulusan vokasi memiliki akses yang lebih luas terhadap dunia kerja.

"Kalau kebutuhan tenaga kerjanya ada dan kompetensinya sesuai, tentu kami berharap program seperti ini bisa terus dikembangkan. Kami ingin lulusan memiliki keterampilan yang benar-benar bisa digunakan sesuai kebutuhan dunia kerja," katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....