Dosen Unram Dampingi KTH Mur Semalang Terapkan SOP Pemanenan Madu Apis cerana
- 21 Sep 2026 17:46 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara - Tim dosen Universitas Mataram (Unram) mendampingi Kelompok Tani Hutan (KTH) Mur Semalang, Desa Gunjan Asri, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemanenan madu lebah Apis cerana berbasis Sistem Jaminan Halal dan Good Manufacturing Practices (GMP).
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut berlangsung selama Mei hingga Agustus 2026 dengan melibatkan 20 anggota KTH Mur Semalang. Program ini didukung pendanaan PNBP Universitas Mataram Tahun 2026.
Pendampingan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam menghasilkan madu yang aman, higienis, bermutu, sekaligus memiliki proses produksi yang lebih terstandar.
KTH Mur Semalang selama ini mengembangkan budidaya lebah Apis cerana yang dinilai memiliki potensi sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat melalui pengembangan hasil hutan bukan kayu (HHBK).
Namun, kualitas madu tidak hanya ditentukan dari proses budidaya lebah. Praktik pemanenan, kebersihan peralatan, penanganan pascapanen hingga penyimpanan turut memengaruhi mutu produk. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pendampingan yang dilakukan tim dosen Unram dengan fokus pada standardisasi proses pemanenan.
Dalam kegiatan tersebut, anggota kelompok diperkenalkan dengan SOP Pemanenan Madu Lebah Apis cerana yang mencakup 10 tahapan.
Tahapan itu meliputi persiapan, kesiapan personel, penentuan kriteria sarang siap panen, teknik pemanenan, uncapping atau pembukaan tutup lilin, ekstraksi menggunakan ekstraktor, penyaringan, penyimpanan sementara, pencatatan dan pelabelan, serta kebersihan peralatan.
Selain SOP pemanenan, tim juga memberikan pendampingan mengenai penerapan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP). Materi tersebut mencakup higiene personel, sanitasi peralatan dan lingkungan, pengendalian kontaminasi biologis, kimia dan fisik, konsistensi proses, penyimpanan sesuai persyaratan mutu, serta pencatatan dan dokumentasi.
Prinsip Sistem Jaminan Halal juga diperkenalkan kepada anggota kelompok. Penerapannya ditekankan melalui pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan bahan, peralatan dan seluruh tahapan proses produksi, termasuk upaya mencegah terjadinya kontaminasi silang.
Ketua Tim Pengabdian, Pande Komang Suparyana, S.TP., M.Agb., yang merupakan Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Mataram, mengatakan standardisasi proses pemanenan diperlukan agar peningkatan kualitas madu dapat berjalan seiring dengan penguatan kapasitas usaha kelompok.
“Pendampingan ini diarahkan agar anggota KTH Mur Semalang memiliki pedoman yang dapat diterapkan secara konsisten dalam proses pemanenan madu Apis cerana. Standardisasi pemanenan menjadi penting untuk menjaga kebersihan dan mutu produk sekaligus menjadi dasar bagi kelompok untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat pengembangan usaha madu,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
“Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini relevan dengan SDG 8 melalui penguatan usaha produktif masyarakat serta SDG 12 melalui penerapan proses produksi yang lebih higienis, terstandar, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Pendampingan dilakukan dengan pendekatan partisipatif. Tim berdiskusi langsung dengan anggota KTH Mur Semalang mengenai praktik pemanenan yang selama ini diterapkan serta berbagai kendala yang ditemui di lapangan.
Pendekatan tersebut dilakukan agar SOP dan teknologi yang diperkenalkan dapat menyesuaikan dengan kondisi usaha kelompok, sehingga tetap dapat diterapkan setelah program pengabdian berakhir.
Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah pemahaman mengenai titik kendali kritis dalam proses pemanenan madu. Anggota kelompok diberikan pemahaman mengenai kebersihan personel dan peralatan, kriteria sarang yang siap dipanen, higienitas proses uncapping, kebersihan alat ekstraksi, penyaringan untuk mengurangi kontaminan, hingga penyimpanan yang tepat untuk mempertahankan mutu madu.
Ketua KTH Mur Semalang, Jimanen mengapresiasi pendampingan yang diberikan Universitas Mataram. Menurutnya, SOP yang diperkenalkan dapat menjadi pedoman bagi anggota kelompok dalam memperbaiki proses pemanenan madu.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada LPPM Universitas Mataram dan tim pengabdian yang telah mendampingi Kelompok Tani Hutan Mur Semalang. Kami juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pendanaan PNBP Universitas Mataram Tahun 2026, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana,” ucapnya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pendampingan dapat terus diterapkan dalam pengembangan usaha kelompok.
“SOP yang diberikan menjadi pedoman bagi anggota kelompok agar proses pemanenan madu dapat dilakukan dengan lebih bersih, teratur, dan menghasilkan madu yang lebih baik. Kami berharap pengetahuan dan pendampingan yang diberikan dapat terus kami terapkan dalam pengembangan usaha kelompok,” ujarnya.
Tim pengabdian Universitas Mataram berharap SOP pemanenan tersebut dapat diterapkan secara konsisten oleh anggota KTH Mur Semalang. Penerapan SOP diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan usaha madu yang lebih profesional, mulai dari pemanenan, pengendalian mutu, pencatatan produksi hingga pengembangan produk.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mempertemukan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.
Penguatan keterampilan produksi dan tata kelola usaha madu diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, membuka peluang peningkatan nilai tambah, serta memperkuat keberlanjutan agribisnis HHBK berbasis masyarakat di Kabupaten Lombok Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....