Unram Latih 25 Guru SD di Mataram Membuat Komik Cerita Rakyat Sasak dengan AI
- 18 Sep 2026 14:44 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan dasar. Di satu sisi, guru dituntut mampu memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, sementara di sisi lain kearifan lokal perlu tetap diperkenalkan kepada siswa agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Kondisi tersebut menjadi perhatian tim akademisi Kelompok Bidang Ilmu Kajian dan Pengembangan Ke-SD-an Berbasis Karakter, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram (Unram).
Tim tersebut menghadirkan pelatihan dan pendampingan bagi guru sekolah dasar untuk mengembangkan media pembelajaran berbentuk komik animasi dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI). Kegiatan bertajuk "Pengembangan Media Pembelajaran Komik Animasi Bermuatan Cerita Rakyat dengan Pemanfaatan AI" itu diikuti 25 guru dari enam sekolah dasar yang tergabung dalam SDN Gugus II Selaparang.
Kegiatan dipimpin Dr. Moh. Irawan Zain, S.Pd., M.Pd., bersama Muhammad Syazali, M.Pd., Gita Prima Putra, M.Pd., Lalu Wira Zain Amrullah, M.Pd., serta mahasiswa Aulya Nurani.
Program tersebut dirancang untuk menjawab keterbatasan pendidik dalam mengembangkan media digital yang interaktif sekaligus mengangkat kearifan lokal Sasak. Melalui media visual, cerita rakyat yang sebelumnya lebih banyak disampaikan dengan metode konvensional dapat dikemas dalam bentuk yang lebih dekat dengan karakter belajar siswa di era digital.
Dalam pelatihan, guru diperkenalkan dengan teknik menyusun instruksi atau prompt secara terarah untuk menghasilkan materi visual menggunakan teknologi AI. Pemanfaatan ChatGPT dan platform AI text-to-image memungkinkan guru mengembangkan alur cerita, karakter, hingga panel komik tanpa harus menguasai teknik desain grafis secara manual.
Materi yang dikembangkan dapat mengangkat berbagai cerita lokal, di antaranya kisah Putri Mandalika, Segara Anak, serta fabel yang berkembang di masyarakat. Penggunaan AI dalam proses tersebut diarahkan untuk membantu guru menghasilkan bahan ajar secara lebih cepat, efisien, dan kaya visual.
Pengembangan media pembelajaran juga menggabungkan unsur etnopedagogi dengan visual storytelling. Cerita rakyat Sasak tidak sekadar menjadi materi bacaan, tetapi dikemas dalam bentuk visual yang diharapkan lebih mudah dipahami dan diingat oleh siswa.
Pendekatan tersebut sekaligus mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Materi budaya lokal yang sebelumnya disampaikan melalui ceramah dapat disajikan secara lebih konkret dan interaktif sehingga sesuai dengan karakter generasi yang tumbuh bersama teknologi digital.
Kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi. Para guru juga mengikuti simulasi dan pendampingan pembuatan komik, kemudian diarahkan untuk menerapkan media yang dikembangkan dalam sejumlah mata pelajaran, seperti Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS.
Untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan teknologi tersebut, program ini turut mendorong terbentuknya komunitas kreatif antarguru. Komunitas tersebut menjadi ruang bagi para pendidik untuk saling berbagi bahan ajar digital dan pengalaman dalam memanfaatkan teknologi AI untuk pembelajaran.
Program pengabdian FKIP Unram ini juga dikaitkan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satunya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas pedagogik guru dalam mengembangkan bahan ajar digital yang menarik dan relevan.
Selain itu, program berkontribusi pada SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam pendidikan dasar. Pemanfaatan AI tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pendidik beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era digital.
Sementara SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya Target 11.4 mengenai pelestarian warisan budaya, diwujudkan melalui digitalisasi cerita rakyat Sasak. Cerita dan kearifan lokal Lombok dikemas dalam media pembelajaran agar tetap dapat dikenalkan kepada generasi muda melalui cara yang lebih sesuai dengan perkembangan teknologi.
Pemanfaatan hasil program juga telah memperoleh validasi dari pihak mitra. Salah satunya melalui Surat Pernyataan Pemanfaatan Hasil Karya Dosen dari SDN 1 Mataram yang menyatakan penerapan prompt text-to-image berbasis AI dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Hasil kegiatan selanjutnya tidak hanya dimanfaatkan di lingkungan sekolah, tetapi juga disiapkan untuk disebarluaskan melalui artikel ilmiah pada jurnal nasional ber-ISSN. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas penerapan teknologi etnopedagogi berbasis AI dalam pembelajaran sekolah dasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....