Sosialisasi Vitamin D di Desa Mertak untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak
- 21 Agt 2026 10:35 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Pemenuhan kebutuhan gizi pada masa pertumbuhan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak. Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hal tersebut dilakukan melalui edukasi tentang peran Vitamin D, sumber pangan yang mengandung Vitamin D, serta kaitannya dengan tumbuh kembang anak di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Edukasi tersebut dikemas dalam kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Makanan dan Matahari, Sebuah Cerita Tentang Peran Vitamin D untuk Tumbuh Kembang Anak” yang digelar Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram (FKIK Unram) bersama Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram Desa Mertak periode Juli–Agustus 2026, pada Rabu 5 Agustus 2026.
Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan tersebut, yang terdiri dari ibu dan kader Posyandu Desa Mertak. Mereka memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus memantau tumbuh kembang anak di tingkat keluarga dan masyarakat.
Melalui penyampaian materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, peserta diajak mengenali pentingnya Vitamin D serta berbagai sumbernya yang dapat diperoleh dari makanan dan paparan sinar matahari.
Kegiatan pengabdian dipimpin dr. Dyah Purnaning, Sp.OT., bersama sejumlah dosen FKIK Universitas Mataram, yakni Dr. dr. Rifana Cholidah, M.Sc., dr. Ahmad Taufik S., Sp.OT., dr. Anom Josafat, MPH, Sp.EM., dan dr. Maz Isa Ansyori Arsatt, Sp.B.T.K.V.
Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan Putri Rabiatun dan Mira Nupila Rahma, mahasiswa FKIK Universitas Mataram, yang turut mendukung rangkaian edukasi kepada masyarakat.
Kolaborasi dengan mahasiswa KKN Unram menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan di tingkat desa. Kelompok KKN Unram Desa Mertak periode Juli–Agustus 2026 turut membantu koordinasi dengan masyarakat dan kader Posyandu, menyiapkan kegiatan, serta mendampingi pelaksanaan edukasi di lapangan.
Keterlibatan mahasiswa KKN tersebut berada di bawah pendampingan Dosen Pembimbing KKN (DPK) Desa Mertak, Susi Rahayu, S.Si., M.Si., dosen Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mataram.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai peran Vitamin D dalam membantu proses penyerapan kalsium yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung kesehatan tulang dan gigi serta tumbuh kembang anak. Materi disampaikan menggunakan contoh-contoh sederhana agar informasi kesehatan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Perhatian juga diberikan pada pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni periode sejak anak masih berada dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Periode tersebut merupakan fase penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga pemenuhan kebutuhan gizi, perhatian terhadap kesehatan, serta pemantauan tumbuh kembang perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Untuk membantu masyarakat mengenali sumber Vitamin D, tim pengabdian memperkenalkan konsep “5D”, yakni ikan, telur, susu, jamur, dan hati sapi sebagai sejumlah sumber pangan yang diperkenalkan dalam materi edukasi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengenali pilihan makanan yang tersedia dan dekat dengan kehidupan keluarga sehari-hari.
Selain melalui makanan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai peran paparan sinar matahari dalam membantu tubuh membentuk Vitamin D. Materi sosialisasi membahas praktik mendapatkan paparan sinar matahari pagi sekitar pukul 07.00–09.00 selama 10–15 menit, sebanyak 2–3 kali dalam seminggu, dengan tetap memperhatikan kondisi masing-masing individu.
Sosialisasi berlangsung interaktif melalui sesi “Mitos atau Fakta?”. Sejumlah informasi yang berkembang di masyarakat mengenai konsumsi telur, cumi, ikan, hingga kebiasaan berjemur dibahas bersama.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak lebih kritis dalam menerima informasi kesehatan serta membedakan informasi yang tepat dari anggapan yang belum tentu memiliki dasar yang benar.
Pendekatan interaktif juga memberikan ruang bagi ibu dan kader Posyandu untuk berdiskusi mengenai kebiasaan sehari-hari, pilihan pangan, serta berbagai hal yang berkaitan dengan pemenuhan Vitamin D dan tumbuh kembang anak.

Salah seorang kader Posyandu mengapresiasi edukasi yang diberikan karena materi dinilai dekat dengan kebutuhan masyarakat dan disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
“Informasinya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kami mendapatkan pengetahuan yang bisa disampaikan kembali kepada ibu-ibu, terutama tentang makanan sumber Vitamin D dan pentingnya memantau tumbuh kembang anak di Posyandu,” ungkapnya.
Keberadaan kader Posyandu menjadi bagian penting dalam keberlanjutan edukasi kesehatan di tingkat masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh melalui sosialisasi diharapkan dapat menjadi bekal bagi kader untuk meneruskan informasi kepada keluarga, khususnya ibu yang memiliki bayi dan balita.
Ketua Tim Pengabdian, dr. Dyah Purnaning, Sp.OT., yang merupakan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, mengatakan perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak dapat dimulai melalui berbagai kebiasaan sederhana di lingkungan keluarga.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang tersedia di sekitar kita. Melalui edukasi ini, kami berharap keluarga semakin memahami pentingnya Vitamin D, sumbernya, serta pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu,” jelasnya.
Keterlibatan Kelompok KKN Unram Desa Mertak periode Juli–Agustus 2026 turut memperkuat proses edukasi tersebut. Mahasiswa KKN diharapkan dapat menjadi mitra masyarakat dalam mendukung penyebarluasan informasi kesehatan sekaligus mendorong partisipasi warga dalam kegiatan Posyandu selama pelaksanaan program KKN di Desa Mertak.
Kegiatan pengabdian ini juga sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan gizi, kesehatan, pendidikan, dan kemitraan.
Edukasi mengenai pilihan pangan sumber Vitamin D dan pemenuhan kebutuhan gizi anak memiliki keterkaitan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan. Sementara peningkatan pemahaman keluarga mengenai Vitamin D, kesehatan tulang, 1.000 Hari Pertama Kehidupan, dan pemantauan tumbuh kembang anak mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Proses transfer pengetahuan melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi interaktif “Mitos atau Fakta?” juga berkaitan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
Adapun kolaborasi antara Tim Pengabdian Masyarakat FKIK Universitas Mataram, mahasiswa FKIK, Kelompok KKN Unram Desa Mertak, DPK, kader Posyandu, dan masyarakat mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram bersama mahasiswa KKN memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendekatkan pengetahuan kesehatan kepada masyarakat.
Edukasi yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari dan diteruskan oleh kader Posyandu kepada masyarakat yang lebih luas.
Sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, kader kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat membangun kesadaran yang semakin kuat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, Vitamin D, serta pemantauan tumbuh kembang anak sejak periode awal kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....