Unram Percepat 34 Dosen Menuju Lektor Kepala dan Guru Besar
- 08 Sep 2026 15:06 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Mataram (Unram) mempercepat pengembangan karier akademik 34 dosen penerima Hibah Percepatan Lektor Kepala dan Guru Besar Tahun 2023–2025 melalui Karantina Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah.
Kegiatan yang berlangsung di Prime Park Hotel Mataram, 8–9 September 2026, tersebut diarahkan untuk mempercepat penyelesaian artikel ilmiah sekaligus mendorong publikasi sebagai salah satu bagian penting dalam proses menuju jabatan akademik Lektor Kepala dan Guru Besar.
Puluhan dosen yang mengikuti karantina berasal dari berbagai bidang keilmuan. Selama kegiatan, peserta tidak hanya diminta mematangkan substansi artikel, tetapi juga diarahkan menentukan target publikasi hingga melakukan submit artikel.
Ketua Panitia, Dr. Andi Chairil Ichsan, S.Hut., M.Si., mengatakan kesiapan artikel dan strategi publikasi menjadi hal penting dalam proses pengembangan karier akademik dosen. Menurutnya, dosen perlu menyiapkan alternatif jurnal agar proses publikasi tidak berhenti ketika artikel belum diterima pada satu jurnal.
“Posisioning artikel-artikel yang kita sedang proses hari ini itu sangat penting. Karena kalau satu tidak lolos, kita harus punya alternatif yang lain,” ujarnya.
Andi berharap karantina tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan penulisan, tetapi menjadi awal pendampingan yang berkelanjutan untuk memperkuat rekam jejak akademik para peserta.
Ia bahkan menargetkan 34 dosen penerima hibah tersebut dapat segera menyelesaikan tahapan akademiknya dan menambah jumlah profesor di lingkungan Unram.
“Mudah-mudahan insya Allah 34 ini dimuluskan jalannya dan dalam waktu satu atau dua tahun ke depan kita akan menambah 34 profesor-profesor baru di Universitas Mataram,” katanya.
Sementara itu, Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., menekankan bahwa peningkatan publikasi harus ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan ekosistem riset di perguruan tinggi.
Menurutnya, penguatan reputasi universitas tidak cukup hanya dilakukan dengan mengejar jumlah publikasi atau peringkat perguruan tinggi. Kualitas penelitian, kolaborasi antarpeneliti dan dampak hasil riset harus menjadi bagian dari ekosistem akademik yang dibangun secara berkelanjutan.
“Bukan semata kita ini mengejar ranking, tapi ini ekosistem yang harus dibawa. Kita harus membawa ekosistem, nanti ujungnya sebetulnya ranking itu akan mengikuti dengan sendirinya,” ujar Rektor.
Prof. Sukardi juga mendorong para dosen memperluas kolaborasi penelitian dan meningkatkan publikasi pada jurnal bereputasi. Langkah tersebut dinilai penting agar hasil penelitian Unram tidak hanya memenuhi kebutuhan pengembangan karier akademik, tetapi juga semakin dikenal dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Karantina penulisan dan publikasi ini menjadi salah satu langkah Unram memperkuat budaya riset sekaligus mempercepat peningkatan jabatan akademik dosen. Dengan dukungan penulisan, strategi publikasi, kolaborasi dan pendampingan, 34 dosen penerima hibah diharapkan dapat melanjutkan proses menuju Lektor Kepala dan Guru Besar secara lebih terarah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....