Pascasarjana UIN Mataram Mulai Buka Pintu untuk Mahasiswa Asing

  • 07 Sep 2026 06:15 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Direktur pascasarjana UIN Mataram, Prof Dr. H. Subhan Abdullah Achim, MA. Menjelaskan bahwa saat ini terdapat 287 mahasiswa baru, terdiri atas 230 mahasiswa S2 dan 57 mahasiswa S3, yang masuk di tahun ajaran 2026/2027.

Empat mahasiswa asing asal Sudan turut bergabung dan memberikan warna baru bagi kehidupan akademik Pascasarjana UIN Mataram.

Kehadiran mereka menjadi catatan baru karena untuk pertama kalinya Pascasarjana UIN Mataram menerima mahasiswa asing. Keempatnya mengikuti pendidikan melalui skema beasiswa yang diberikan oleh UIN Mataram.

“Ini pertama kali tahun ini kami mendapat mahasiswa asing di Pascasarjana,” ungkap Prof. Subhan, pada Minggu 6 September 2026.

Menurutnya, penerimaan mahasiswa asing tersebut tidak berdiri sendiri. Langkah itu merupakan bagian dari dorongan Kementerian Agama kepada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk memperkuat internasionalisasi kampus.

Salah satu bentuknya adalah membuka akses pendidikan bagi mahasiswa dari berbagai negara. UIN Mataram memilih beasiswa sebagai pintu awal untuk memperkenalkan kampus sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa asing untuk merasakan langsung lingkungan akademik di Mataram.

Pascasarjana sendiri memiliki target maksimal 10 mahasiswa asing. Artinya, empat mahasiswa yang diterima tahun ini masih menjadi tahap awal dari target tersebut.

Prof. Subhan berharap mahasiswa yang telah belajar di UIN Mataram nantinya tidak hanya menjadi lulusan, tetapi juga menjadi bagian dari promosi kampus di negara asal masing-masing.

Pengalaman mereka selama menempuh pendidikan di Mataram diharapkan dapat diceritakan kepada teman, keluarga, maupun jaringan akademiknya. Dari sana, kampus berharap muncul calon mahasiswa baru yang tertarik melanjutkan pendidikan di UIN Mataram.

Namun, upaya memenuhi kuota mahasiswa asing bukan tanpa tantangan. Salah satu persoalan yang dihadapi adalah masih terbatasnya informasi mengenai UIN Mataram di kalangan calon mahasiswa luar negeri.

Persoalan lain bahkan berkaitan dengan kondisi negara asal calon mahasiswa. UIN Mataram sebelumnya telah menerima calon mahasiswa dari Gaza, tetapi yang bersangkutan tidak dapat meninggalkan Gaza sehingga akhirnya tidak bisa datang ke Indonesia.

Kondisi itu membuat strategi internasionalisasi perlu dilakukan lebih aktif. Pascasarjana UIN Mataram berencana melakukan sosialisasi secara langsung atau jemput bola, termasuk menjajaki jaringan melalui kedutaan dan negara-negara yang potensial seperti Malaysia dan Thailand.

Promosi juga akan memanfaatkan kegiatan akademik internasional. Seminar internasional yang digelar Pascasarjana menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan program pendidikan UIN Mataram sekaligus menyampaikan peluang beasiswa bagi mahasiswa asing.

“Seminar-seminar internasional seperti ini juga menjadi ajang promosi lembaga,” kata Prof. Subhan.

Ia menilai langkah internasionalisasi membutuhkan proses bertahap. Mahasiswa asing yang saat ini ada di Pascasarjana diharapkan menjadi awal terbentuknya jejaring yang lebih luas, sehingga UIN Mataram tidak hanya dikenal di tingkat nasional tetapi juga semakin diperhitungkan oleh calon mahasiswa dari negara lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....