Universitas Bumigora Dampingi Petani Aren Tingkatkan Mutu dan Daya Saing Produk
- 12 Agt 2026 07:55 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Universitas Bumigora mendampingi Kelompok Tani Jaya Berkah meningkatkan mutu dan daya saing gula aren.
- Pendampingan mencakup penerapan GMP, pengukuran parameter mutu, teknologi pengering, dan inovasi kemasan.
- Program didukung hibah BIMA Kemdiktisaintek melalui Skema PKM Tahun Anggaran 2026.
RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Bumigora terus mendorong penguatan potensi pangan lokal melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, pendampingan diberikan kepada Kelompok Tani Jaya Berkah di Dusun Kedondong Atas, Desa Pusuk Lestari, Kabupaten Lombok Barat, untuk meningkatkan mutu dan daya saing produk gula aren.
Pendampingan yang dilakukan oleh tim pelaksana pengabdian dari Universitas Bumigora tersebut difokuskan pada penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) atau cara produksi pangan yang baik. Melalui kegiatan ini, anggota kelompok tani mendapatkan pengetahuan sekaligus praktik untuk memperbaiki proses pengolahan gula aren agar lebih higienis, aman, dan terkendali.
Penerapan GMP mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari kebersihan pekerja, sanitasi peralatan dan lingkungan produksi, pengendalian bahan baku nira, proses pengolahan, hingga penanganan, penyimpanan, dan pengemasan produk.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan kelompok tani yang sebelumnya masih menjalankan proses produksi secara sederhana. Dengan penerapan prinsip produksi yang lebih terstandar, kualitas gula aren diharapkan menjadi lebih konsisten dan mampu memenuhi persyaratan mutu yang berlaku.
Selain penerapan GMP, mitra juga diperkenalkan dengan penggunaan alat ukur parameter mutu, khususnya untuk mengukur kadar asam pada bahan baku maupun selama proses pengolahan.
Penggunaan alat ukur menjadi langkah penting karena pengawasan mutu tidak lagi hanya mengandalkan pengamatan secara visual dan pengalaman. Data hasil pengukuran dapat membantu petani menentukan dan mengendalikan proses pengolahan secara lebih objektif.
Teknologi tepat guna juga diterapkan dalam pengolahan gula semut aren. Mitra mendapatkan pelatihan menggunakan alat pengering untuk membantu mengendalikan kadar air produk.
Kadar air menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas gula semut, terutama terkait kestabilan produk selama penyimpanan dan kecenderungan mengalami penggumpalan. Karena itu, pengendalian kadar air diharapkan dapat menghasilkan produk yang lebih stabil dan memiliki kualitas yang lebih konsisten.

Pendampingan turut menyentuh proses produksi gula aren cetak dan gula semut. Mitra diberikan praktik mengenai sanitasi peralatan, kebersihan pekerja, pengendalian lingkungan produksi, serta penanganan produk setelah proses pengolahan.
Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalkan potensi kontaminasi sekaligus membangun kebiasaan produksi yang lebih higienis. Dengan demikian, peningkatan kualitas tidak hanya terjadi pada hasil akhir, tetapi juga dimulai dari setiap tahapan proses produksi.
Tidak hanya soal produksi, Universitas Bumigora juga memberikan perhatian pada aspek pemasaran melalui pengembangan kemasan inovatif. Tim pelaksana pengabdian yang diketuai oleh Ni Wayan Putu Meikapasa, S.S.i., MP dan dengan anggota Muhammad Nizhar Naufali, S.Si., M.Sc serta Stevany Hanalina Dethan, SE., MM yang merupakan dosen Program Studi Teknologi Pangan dan Manajemen Universitas Bumigora turut mendampingi mitra dalam meningkatkan tampilan produk.
Kemasan dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap produk sekaligus meningkatkan daya tarik di mata konsumen. Mitra juga diperkenalkan pada pentingnya identitas merek dan informasi produk sebagai bagian dari strategi pemasaran yang lebih modern.
Melalui rangkaian pendampingan tersebut, Kelompok Tani Jaya Berkah mendapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan GMP, mengukur parameter mutu, mengendalikan kadar air gula semut dengan teknologi pengering, serta mengembangkan kemasan yang lebih inovatif.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas aren yang dihasilkan masyarakat Desa Pusuk Lestari. Produk gula aren lokal tidak hanya diharapkan memiliki kualitas lebih baik, tetapi juga mampu menjangkau konsumen yang lebih luas melalui pemasaran konvensional maupun digital.
H, Samsudin selaku ketua kelompok tani POKTAN Jaya Berkah menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui pendanaan hibah BIMA pada Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat tersebut menjadi langkah strategis dalam mengembangkan potensi pangan lokal. Dengan peningkatan mutu, penerapan teknologi tepat guna, serta inovasi kemasan, gula aren dari Dusun Kedondong Atas diharapkan mampu berkembang menjadi produk pangan lokal yang aman, bermutu, memiliki nilai tambah, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....