Universitas Bumigora Hadirkan Game Edukatif untuk Belajar Inggris di SDN Puyung
- 19 Agt 2026 15:19 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Universitas Bumigora mengintegrasikan flashcard, Quizlet, dan Wordwall untuk membuat pembelajaran Bahasa Inggris di SDN 1 Puyung lebih interaktif dan menyenangkan.
- Program ini juga meningkatkan literasi digital guru serta menyediakan lisensi dan web game agar media pembelajaran dapat digunakan secara berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Mataram — Pembelajaran Bahasa Inggris dasar di SD Negeri 1 Puyung, Lombok Tengah, mulai diarahkan lebih interaktif melalui pemanfaatan teknologi digital. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bumigora Mataram mengintegrasikan flashcard dengan platform berbasis web Quizlet dan Wordwall dalam kegiatan pembelajaran siswa.
Program bertajuk “Integrasi Flashcard dan Game Edukatif Berbasis Web Quizlet dan Wordwall dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Dasar di SDN 1 Puyung” tersebut dilaksanakan selama dua hari, 27–28 Juli 2026.
Kegiatan itu merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Hibah BIMA Tahun 2026 Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
Tim pengabdian Universitas Bumigora dipimpin oleh Memy Wardani Elthia, S.S., M.Pd., dengan anggota Novandi Firdaus Yusup, M.Pd., dan Ondi Asroni, M.Kom. Tiga mahasiswa Universitas Bumigora juga dilibatkan untuk mendukung persiapan, pendampingan guru, hingga praktik penggunaan media pembelajaran bersama siswa.
Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas guru SDN 1 Puyung. Materi disampaikan oleh Ondi Asroni dengan memperkenalkan konsep integrasi flashcard sebagai media visual dengan Quizlet dan Wordwall sebagai media pembelajaran digital.
Guru diperkenalkan pada pemanfaatan flashcard untuk membantu siswa mengenali dan mengingat kosakata Bahasa Inggris melalui kombinasi kata dan gambar. Sementara Quizlet dan Wordwall dapat digunakan untuk membuat latihan kosakata, kuis, permainan mencocokkan kata, hingga aktivitas edukatif lainnya.
“Flashcard dapat membantu siswa memahami kosakata melalui visual, sedangkan Quizlet dan Wordwall memberikan ruang bagi guru untuk membuat aktivitas belajar yang lebih interaktif,” kata Ketua Tim PkM Memy Wardani Elthia, S.S., M.Pd., Rabu 19 Agustus 2026.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tidak cukup hanya dengan mengenalkan aplikasi kepada guru. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut diintegrasikan dengan metode pembelajaran dan tujuan materi yang akan disampaikan kepada siswa.
“Guru tidak hanya diperkenalkan pada fitur, tetapi juga diajak mempraktikkan bagaimana media tersebut digunakan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran,” ujarnya.
Dalam pelatihan itu, guru juga diberi kesempatan mencoba membuat aktivitas pembelajaran menggunakan Quizlet dan Wordwall. Pendampingan dilakukan agar guru dapat memahami tahapan penggunaan platform, mulai dari menyiapkan materi hingga menggunakannya dalam kegiatan belajar.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan literasi digital guru sekaligus memberikan alternatif metode pembelajaran yang lebih variatif.
Pada hari kedua, 28 Juli 2026, kegiatan berlanjut dengan praktik pembelajaran langsung bersama siswa SDN 1 Puyung. Sesi tersebut dipandu Memy Wardani Elthia dan Novandi Firdaus Yusup. Siswa diajak mempelajari Bahasa Inggris dasar melalui kombinasi flashcard, Quizlet, dan Wordwall.
Materi dikemas dalam bentuk aktivitas visual dan permainan. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diminta mengenali kosakata, mencocokkan kata dengan gambar, menjawab pertanyaan, serta mengikuti permainan edukatif berbasis web.
Memy Wardani Elthia mengatakan pendekatan tersebut dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang lebih dekat dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
“Anak-anak sekolah dasar cenderung lebih mudah tertarik pada pembelajaran yang melibatkan gambar, warna, permainan, dan aktivitas langsung. Karena itu, kami mencoba menggabungkan flashcard dengan permainan digital agar pembelajaran Bahasa Inggris menjadi lebih menyenangkan,” kata Memy.
Ia mengatakan penggunaan teknologi juga diharapkan tidak menghilangkan peran guru dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, teknologi ditempatkan sebagai alat bantu untuk memperkuat interaksi antara guru dan siswa.
“Teknologi bukan tujuan akhir. Teknologi menjadi alat yang membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujarnya.
Dalam praktik pembelajaran, siswa terlihat mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda karena materi kosakata tidak hanya disampaikan melalui metode konvensional. Aktivitas permainan membuat siswa dapat belajar sambil berlatih dan mengulang materi.
Program pengabdian tersebut tidak hanya berhenti pada pelatihan dan praktik selama dua hari. Tim Universitas Bumigora juga melakukan serah terima lisensi Wordwall dan Quizlet serta sebuah web game edukatif berbasis Quizlet, flashcard, dan Wordwall kepada SDN 1 Puyung.
Fasilitas tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program setelah kegiatan pengabdian selesai.
“Harapannya, media yang sudah diperkenalkan tidak berhenti digunakan setelah kegiatan ini selesai. Guru dapat terus mengembangkan materi dan permainan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah,” kata Memy.
Dengan adanya lisensi dan web game tersebut, pihak sekolah memiliki akses yang lebih berkelanjutan untuk memanfaatkan media pembelajaran digital yang telah diperkenalkan.
Guru juga diharapkan dapat mengembangkan materi Bahasa Inggris dasar secara bertahap. Tidak hanya kosakata, media tersebut dapat digunakan untuk berbagai bentuk latihan yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa.
Menurut tim pengabdian, keberlanjutan menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, sekolah tidak hanya diberikan pengetahuan melalui pelatihan, tetapi juga fasilitas yang dapat digunakan setelah program berakhir.
Selain memberikan pengalaman belajar baru bagi siswa, kegiatan ini menyasar peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi pendidikan.
Penguasaan platform digital dinilai penting karena guru membutuhkan berbagai alternatif media untuk menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik peserta didik.
“Guru perlu memiliki pilihan media pembelajaran. Dengan Quizlet dan Wordwall, guru dapat membuat materi yang lebih variatif tanpa harus meninggalkan metode pembelajaran yang sudah berjalan,” ujar Novandi Firdaus Yusup.
Ia mengatakan integrasi flashcard dan media digital juga memungkinkan guru memadukan pendekatan konvensional dengan teknologi.
Menurut dia, flashcard tetap memiliki keunggulan sebagai media visual yang sederhana dan mudah digunakan. Sementara platform digital dapat memberikan pengalaman interaktif melalui kuis dan permainan.
“Jadi bukan menggantikan media yang sudah ada, tetapi mengintegrasikan media konvensional dan digital agar pembelajaran menjadi lebih kaya,” katanya.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu guru membangun suasana belajar yang lebih aktif sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih secara langsung.
Program pengabdian Universitas Bumigora di SDN 1 Puyung menjadi salah satu bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah tersebut diharapkan tidak berhenti setelah program selesai. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan inovasi pembelajaran lain yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Tim Universitas Bumigora menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BIMA dan Diktisaintek atas dukungan serta fasilitasi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Hibah BIMA Tahun 2026 Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Apresiasi juga disampaikan kepada kepala sekolah, para guru, siswa, serta seluruh pihak SDN 1 Puyung yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Kami berharap kemitraan ini dapat terus berjalan. Tidak hanya dalam pemanfaatan media yang sudah diberikan, tetapi juga dalam pengembangan inovasi pembelajaran lainnya,” kata Memy.
Melalui program ini, Universitas Bumigora berharap pemanfaatan flashcard, Quizlet, Wordwall, serta web game edukatif berbsis Quizlet, Flashcard dan Wordwall dapat terus dikembangkan oleh guru. Pembelajaran Bahasa Inggris dasar diharapkan menjadi semakin interaktif, kreatif, menyenangkan, adaptif, dan berpusat pada peserta didik.
Kolaborasi Universitas Bumigora Mataram dan SDN 1 Puyung juga diharapkan tidak berhenti setelah program selesai. Kemitraan tersebut dapat menjadi pintu bagi pengembangan berbagai inovasi pembelajaran lainnya sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....